Tipikal Mahasiswa

Tipikal Mahasiswa

Ketika aku dirawat di rumah sakit karena tipes, aku punya teman seruangan yang sakitnya lebih parah dari aku. Not exactly my friend, but let’s call it something like that. There is something wrong with her nerve on her brain. Aku juga tidak terlalu kepo karena aku kurang suka sok akrab dengan stranger walaupun aku katanya extrovert; itupun mamaku yang tanya dia sakit apa. Katanya, dia bisa sakit seperti itu karena kebiasaan insomnia dan pola makan yang buruk. Ah, tipikal mahasiswa.

Ah, aku juga.

Read more
Mourning

Mourning

We got a call this very morning. I was about to check my students’ assignments; and I feel like do I really have to have three classes today?. Then, I heard my mom screamed– which means something terrified happened. I left my room and rushed to mom. Apparently, it was my cousin who stayed in grandma’s house said that my aunt passed away. Mom was shocked, so I took the phone calmly and said to my cousin we would pick her and grandma up soon. I told dad what happened, asked everyone in the house to prepare to go, and canceled all of my classes. I did not really want to have a class today, but not in this way.

1969-2020
Read more
Kepergian Pak Morrie, dan Pak Malik Fadjar.

Kepergian Pak Morrie, dan Pak Malik Fadjar.

Sahabatku, Arin, pernah merekomendasikanku untuk baca buku Tuesdays with Morrie– aku lupa alasan dia apa. Akhirnya setiap kali ke toko buku bekas, aku selalu hunting buku ini. Kenapa bekas– Karena murah 🙂 Selain itu, biasanya kalau aku suka banget buku tersebut, aku bakal beli lebih dari satu. Jadi, aku bisa kasihin ke temenku. Aku suka ngasih buku ke temen, karena kayak biar kita sepemikiran atau biar temenku paham alur cara berpikirku. You know what I mean?

Read more
Quote

Podcast Kesayangan Eps. 19. Ekofeminisme

Buat teman-teman yang belum tahu, aku dan teman-temanku – Ariq dan Nana – punya Podcast yang berjudul Podcast Kesayangan. Podcast kami streaming di Spotify dan Anchor. Kami membahas tentang apa saja yang kami mau, haha. Kadang serius, kadang bercanda aja, kadang puisi, kadang curhat, kadang kami rekaman bersama-sama, tetapi akhir-akhir ini kami rekaman sendiri-sendiri karena kami LDR Malang – Jogjakarta.

Di episode 19 kali ini aku memutuskan untuk mengajak Bang Ical berbicara tentang Ekofeminisme. Siapa itu Bang Ical? Kamu bisa langsung dengarkan Podcast Kesayangan episode 19 dan juga baca tulisan-tulisan Bang Ical di sini.

Di postingan ini aku membuat rangkuman buat temen-temen Tuli yang pengen tahu isi podcast ini apa, atau buat teman-teman yang lebih suka membaca daripada mendengar. Selamat membaca, dan mendengarkan!

Episode 23 – Jomblo Main Tinder? Podcast Kesayangan

Kata siapa cuman jomblo yang main tinder? Ih engga juga, banyak orang pakai aplikasi tinder untuk tujuan yang berbeda. Ada yang open jastip, open kursusan, open-open yang lain, cari teman, atau cari yang lebih dari teman (mungkin sahabat). Dan faktanya, orang yang sudah berpasangan juga bisa aja tetep aktif di tinder. Nah, kali ini Gadis (@gadgadis) featuring Setyo (@setyotyo) dan Albab (@rizkastro) membahas berbagai hal tentang tinder seperti, orang yang kayak gimana yang bakalan di-swipe right, orang yang 'fake' yang gimana, pentingnya bio di tinder dan macem-macem. Dengerin aja! Kalian juga bakalan kedengeran suara-suara burung di rekaman ini karena waktu rekaman kami lagi ngopi pagi di Kebun Domba (@kebun.domba). Udah pernah kesini? Coba kopinya mumpung lagi ada promo! — Send in a voice message: https://anchor.fm/podcast-kesayangan/message
  1. Episode 23 – Jomblo Main Tinder?
  2. Episode 22 – Newston's Laws of Emotion (Everything is F* by Mark Manson)
  3. Episode 21 – Ngobrol Buku Bareng Dongeng Bocah
  4. Episode 20 – Mending Mana, Dosen atau Barista?
  5. Episode 19 – Ekofeminisme

Read more
Tentang Katarsis dan Berbaikan dengan Hati

Tentang Katarsis dan Berbaikan dengan Hati

Aku penganut keyakinan, kalau aku suka orang, maka itu urusanku. Entah orangnya suka aku atau tidak, itu urusan dia. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku ke siapa pun, dan itu juga berlaku bagi orang lain. Namun, meyakini hal ini pun susah bagiku. Apalagi ketika aku merasa benar-benar cocok dengan seseorang; kemudian di satu sisi aku merasa aku tipe orang yang ‘rumit’, dan aku merasa tidak semua orang bisa benar-benar menerimaku. Ya ini hanya pikiran dan perasaanku sendiri sih, tapi siapa yang tidak sedih.

Yah, kita hanya manusia-manusia biasa yang punya perasaan.

Aku juga tipe orang yang suka segalanya teratur, terorganisir dengan baik, dan settled. Aku tidak suka tipe hubungan yang ‘no-string-attached‘. Aku benci sekali ketika aku sudah membangun sebuah kebiasaan dengan siapa pun, kemudian kebiasaan-kebiasaan itu hilang. Aku pun sudah membangun banyak kebiasaan dengan orang yang aku yakini dia sekarang sedang baik-baik saja dengan orang yang sudah dia pilih. Dan aku tahu bahwa kebiasaan itu tentu akan berangsur-angsur hilang, karena aku sadar dalam hidupnya aku hanya orang yang sudah biasa datang dan pergi.

Logikaku sudah paham; tapi sekali lagi aku hanya manusia biasa yang punya perasaan. Aku tidak bisa berlarut-larut dan aku butuh katarsis.

Read more
What Can We Learn from Netflix’s Money Heist

What Can We Learn from Netflix’s Money Heist

Di postingan sebelumnya aku pernah nulis What can we learn from Netflix’s Sex Education, hal-hal apa saja yang bisa kita pelajari dari serial Netflix Sex Education. Kali ini aku pengen nulis, apa yang bisa kita pelajari dari serial yang lagi hits: Money Heist/ La Casa De Papel. Di postingan sebelumnya aku nulis pakai Bahasa Inggris, sekarang aku lagi pengen nulis pakai Bahasa Indonesia 🙂 Aku pengen sih buat versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tapi capek mikirnya, wk.

Buat kalian yang belum nonton, menurutku kalian harus nonton ini. Genre-nya crime, drama, action, dan thriller. Aku suka banget serial ini karena sutradara, penulis naskah, dan siapapun yang buat serial ini bisa ngebuat kita simpati dengan orang-orang yang melakukan tindakan kriminal. Para kriminal ini punya prinsip anti kapitalisme. Jadi, bisa jadi serial ini cocok buat kamu yang ‘kekiri-kirian’ hahaha. If you know what I mean.

Jadi, apasih yang aku pelajari dari serial ini?

Read more
Masalah Hidup, Filsafat, dan Segala Tetek Bengeknya

Masalah Hidup, Filsafat, dan Segala Tetek Bengeknya

Kamu sering overthinking? Kamu ga sendirian. Aku sering banget. Overthinking aku kali ini tiba-tiba mikir soal kehidupan out of the blue. Dan akhirnya aku chat Bang Ical, yang kalian bisa baca tulisannya juga di sini. Aku chat Bang Ical karena dia sobatku yang paling asik diajak bicara hal filosofis.

Kali aja kamu mau baca dialog overthinking-ku dengan Bang Ical, nih tinggal scroll bawah:


Pernah ga mempertanyakan kehidupan? Kenapa si kita hidup? Tujuan kita hidup apa? Kita mau milih jalan hidup yang gimana?

Read more
What Can We Learn from Netflix’s Sex Education

What Can We Learn from Netflix’s Sex Education

Who says we can’t learn from a Netflix series?

I’m kind of a person who tries to learn from anything. This time, it’s Netflix! I watched Sex Education because some of my following on Instagram posted it on their instagram stories. Netflix also recommended this series to me, so why not. I decided to watch this series around two weeks before I start writing this.

The first episode in the first season is pretty shocking though. It was when Aimee Gibss had intercourse with Adam, but Adam couldn’t ‘coming’. Well, every episode starts with a similar scene. So, every time I watch Sex Education, I will always wear my headphone because I don’t want anyone to hear when they are moaning while having intercourse. hahaha! That could be weird if they thought I am watching porn.

The theme of this series is drama, romance, sex, and comedy. The sex rating of this series is 18. If you are below 18, I do not suggest you watch this because there are a lot of nude and sex scenes. Even if you feel cringe reading this post, you probably would not like the series.

Yet, for me, I learn a lot from this movie. Here is the list:

Read more
Some Challenging Things of Being a Lecturer

Some Challenging Things of Being a Lecturer

This article has been on my draft for a couple of months. I only wrote some main ideas but I did not finish it. I guess at that time I was in the middle of something else. This article is my thoughts and reflection of being a lecturer for around seven or eight months now.

By writing this, it does not mean that I already know everything about being a lecturer. I’m literally still a noob lecturer and I still have to learn a lot from my students and my colleagues. I wrote this because I have never thought that being a lecturer, my what-so-called dream job back then, would be like this. I wrote this because I admire all of my lecturers and teachers who have taught me. For me, they are strong and amazing people. They teach and take care of their students, and still they have to take care of their family at home. I mean, it is not easy, believe me.

So, here are my lists about some hard parts of being a lecturer. This is solely my opinion. If you are a lecturer or a teacher, you obviously can have different opinions. If you do have the same thoughts like me, ngehehe, welcome to the club, biatch! Aku mengurutkan ini dari yang paling mudah ke yang paling sulit atau menantang. Ok, here we go.


Read more