Sabtu ke Gereja

Sabtu, untuk kedua kalinya, aku pergi ke gereja Trinity Uniting Church di Dandenong. Pertama kali pergi ke sana, pertama kali pula aku kehujanan dan keanginan yang segitunya di sini, karena payungku sampai terpelanting kesana kemari hingga aku memutuskan untuk rela berbasah-basah. Yang kedua, aku sangat bersyukur karena minggu ini rasanya musim gugur rasa musim panas. Cuaca dingin dengan rata-rata 20 derajat celcius.

Ngapain aku gereja, anyway?

IMG_5134

Continue reading “Sabtu ke Gereja”

Advertisements

Budaya Titip Absen

Beberapa hal yang ‘menakjubkan’ di kelas terjadi belakangan ini. Aku pikir, ini menarik untuk aku tulis. Bahkan kadang kalau aku absen menulis, aku merasa terlalu banyak hal di pikiranku, and I just want to let it all out.

 

Perkara Daftar Hadir

Kalau di kampus aku dulu, daftar hadir selalu berformat resmi. Selalu tercetak, ada kop universitas, mahasiswa kadang-kadang harus tanda tangan atau hanya perlu dicentang oleh dosen, dan selalu ada tanda tangan dosen di setiap minggu. Dosen juga harus mengisi jurnal kegiatan yang juga harus tertandatangi. Sementara itu, di sini, sejauh ini dari 4 mata kuliah dan 2 tutorial yang sudah aku jalani, tidak pernah ada daftar hadir resmi yang tercetak. Tetap ada daftar hadir, tetapi hanya berupa selembar kertas yang harus kami tulis sendiri nama kami, nomor mahasiswa, dan tanpa tanda tangan. Bahkan ada satu kelas, pada semester ini, yang tidak perlu mengisi daftar hadir. Jadi, kalau tidak hadir pada seminar tersebut sah-sah saja karena tidak akan mengurangi presentasi nilai.

Lalu, perkara titip absen (TA), kalian yang sudah pernah dan sedang menjadi mahasiswa tentu sangat-amat paham dengan sistem ini. Di kampusku saja, yang sistem daftar hadirnya seperti itu, TA kerap kali terjadi dan sering tidak ketahuan. Apalagi satu kelas ada sekitar 35 mahasiswa, dosen jarang mengecek satu per satu. Kalau di sini, dosen juga tidak pernah cek mahasiswa satu per satu. Aku pun yakin dosen tidak hafal semua nama mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa adalah mahasiswa internasional yang namanya sulit dihafal dan diucapkan. Walaupun begitu, jumlah mahasiswa dalam satu kelas tidak pernah mencapai 25. Tapi tetap saja, bisa saja TA dengan mudah karena hanya harus menulis nama dan nomor mahasiswa tanpa tanda tangan.

Dan, itu terjadiContinue reading “Budaya Titip Absen”

Are You Sure Your Cosmetic is Halal? (Part 1)

I was stalking Muslim Girl Instagram till I found Claudia Nour page. I went straight to her website and apparently, Claudia is a muallaf, someone who converted to Islam, and she has her own cosmetic products. It is called Claudia Nour Cosmetics. I was really excited because her products are halal and wudhu friendly or it is not waterproof. It means that I don’t need to wipe up my makeup before wudhu and touch up again after prayer. I chose 1 pack of lipstick sample, 1 lipstick scrub, and 1 foundation. The products are not costly at all, but the delivery is since they need to ship from NYC. It cost twice my groceries for two weeks! So, I closed the website desperately and googled for some halal makeup products in Australia.

Halal makeup for me is matter. As a Muslim, we know that we are not allowed to eat pork and any kind of wine because that’s the rule. Allah SWT has said in various places in the Holy Qur’an, one of them is:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ ….

“Forbidden to you (for food) are: dead meat, blood, the flesh of swine . . .”(Qur’an, 5:3)

Continue reading “Are You Sure Your Cosmetic is Halal? (Part 1)”

Being Old and Boring?

Kemarin aku lihat vlog Sacha Stevenson tentang Nenek Goals. Di vlog itu Sacha menjabarkan apa arti ‘tua’ menurut dia. Ternyata, berdasarkan polling yang dia adakan di Twitter dan Youtube, bagi orang Indonesia umur 30 tahun itu sudah ‘tua’. Ini tentunya berbeda dengan budaya barat dan Sacha terlihat geregetan dengan pemikiran orang-orang Indonesia yang seperti ini.

Screenshot 2018-03-19 08.27.00
video ini fix bikin aku ngakak!

Sacha bilang kalau udah di atas 27 orang udah ngga laku di Indonesia, dan dianggap sudah ‘tua’. Gara-gara dia pernah diminta casting sinetron jadi nenek-nenek diumur 29 tahun. Geli ih emang sinetron. Dia bilang saat itu juga dia menyerah pada dunia kesinetronan, dan sebagai fans Sacha, I glad she did it. Continue reading “Being Old and Boring?”

Who likes swimming?

Did you know that Monash University has Water Wise program? It is a sports program that teaches you to swim from the beginning, and it’s free for undergrads and postgrads students. Even more, they have Water Women! Water woman is held every Saturday night 6pm-8pm. It is only woman who can enter the Doug Ellis swimming pool. The staff and the trainers are also women. So, of course, I’m taking the women-only class on Saturday at 7pm.

I joined Water Wise program last semester. They put me in introductory level. I can swim breaststroke though, but apparently, they teach freestyle. Lucky me! At that time I only joined the class for like 5-6 times because I went back to Indonesia, it was summer holiday. Then, I didn’t practice it for four months straight (haha!). Yet, I was able to kick, and I know how I should move my hands. I was also quite good at backstroke; it’s when you swim by lying on the back.  Continue reading “Who likes swimming?”

Manusia dan Sifat Lupa

Dulu waktu aku masih kuliah di Brawijaya, aku dan adik-adikku selalu berangkat pagi-pagi diantar bapak. Adik-adikku sekolah di Brawijaya Smart School yang tetanggaan dengan kampusku. Sengaja dibuat begitu memang. Kata bapak agar kalau antar-jemput biar sekalian.

Biasanya kami berangkat pukul 6 kurang 10 atau 15. Lebih dari itu, daerah Soekarno-Hatta sudah pasti macet dan adik-adikku pasti akan mengomel karena takut kena poin tatib (tata tertib). Biasanya bapak cenderung santai-santai saja, karena kata bapak, beliau hanya bertugas mengantar. Mau cepat atau lambat, itu tergantung mereka apakah bisa bangun lebih pagi dan mandi cepat. Sedangkan sebenarnya biasanya bapak yang mandinya lama. Kalau sudah begitu adikku yang perempuan mengomel-ngomel, “Duh suwe iki, lama ini.” Continue reading “Manusia dan Sifat Lupa”

Partner Hidup

Semakin aku dewasa, aku merasa hubunganku dengan orang tua bukan hanya sekadar hubungan antara bapak-ibu dan seorang anak. Aku merasa hubungan kami berkembang menjadi partner hidup atau teman. Dulu, orang tua bagiku adalah teladan, tempat meminta saran, nasihat, pokoknya apa-apa yang selalu dituakan. Namun sekarang, orang tuaku pun kadang meminta nasihat dari aku dan kami sering berbagi, seperti teman.  Continue reading “Partner Hidup”

Going to Wilsons Promontory National Park

Aku belum pernah mendaki di Indonesia, dan aku ingin sekali mendaki karena banyak yang bilang bahwa pendakian itu sangat menyenangkan. Lalu, siapa sangka bahwa pengalaman pendakianku pertama berlangsung di negeri rantau, Australia.

Aku dan grup arisan -iya aku punya kelompok arisan di sini- memutuskan untuk mengadakan arisan bulan Februari di Wilsons Promontory National Park karena mumpung masih liburan. Kalau sudah waktunya kuliah tentu kami pasti akan fokus mengerjakan esai, sehingga akan sulit untuk sekedar berkumpul bersama-sama. Lalu, di sana ada banyak pantai yang bisa dinikmati dan gunung yang didaki. Kami memutuskan untuk membuat tenda di sana dan mendaki pagi-pagi.

Pada hari pertama, 3 Februari kemarin, kami singgah ke Norman lookout dan Pantai Squeaky.

Squeaky artinya mencicit. Pasir pantai di sana memang kalau diinjak ada suara mencicit.

Continue reading “Going to Wilsons Promontory National Park”

Foo Fighters Concert at Etihad Stadium Melbourne

Yesterday, January 30th, was one of the best days of my life!

It was the very first time I went to a concert, and it was a rock concert! It was Foo fighters! For those who don’t know Foo Fighters, it is a band from the US. The vocalist, Dave Grohl, was a drummer at Nirvana band before it dispersed. I think it’s been ten years since the suicide of Kurt Cobain. You know, attending this concert reminded me a lot of Nirvana too. If Kurt Cobain didn’t attempt suicide, I bet he would be a legend.

Continue reading “Foo Fighters Concert at Etihad Stadium Melbourne”

Add Music to WordPress Homepage

Adding music to your WordPress homepage is a piece of cake, and I’m about to show you how. I’m using Soundcloud as the media.

1. Edit Customize

First, edit your customise, add a widget and choose Text.

Screenshot 2018-01-31 09.30.16

Screenshot 2018-01-31 09.30.42

 

2. Soundcloud

Then, open SoundCloud in a new tab. Choose whenever song you want to put as a background song at the homepage. After that, click share.

Screenshot 2018-01-31 09.31.00

 

3. Copy HTML Code

Click embed, then it will appear an HTML code.

Screenshot 2018-01-31 09.31.08

You can choose the colour and size of the widget. You can enable automatic play if you want to.If someone visits your blog, the music will automatically play. If you have done, copy the code. And paste to the text widget. Screenshot 2018-01-31 09.31.16

Don’t forget to click save and publish. And it’s all set! 🙂