Tentang Katarsis dan Berbaikan dengan Hati

Tentang Katarsis dan Berbaikan dengan Hati

Aku penganut keyakinan, kalau aku suka orang, maka itu urusanku. Entah orangnya suka aku atau tidak, itu urusan dia. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku ke siapa pun, dan itu juga berlaku bagi orang lain. Namun, meyakini hal ini pun susah bagiku. Apalagi ketika aku merasa benar-benar cocok dengan seseorang; kemudian di satu sisi aku merasa aku tipe orang yang ‘rumit’, dan aku merasa tidak semua orang bisa benar-benar menerimaku. Ya ini hanya pikiran dan perasaanku sendiri sih, tapi siapa yang tidak sedih.

Yah, kita hanya manusia-manusia biasa yang punya perasaan.

Aku juga tipe orang yang suka segalanya teratur, terorganisir dengan baik, dan settled. Aku tidak suka tipe hubungan yang ‘no-string-attached‘. Aku benci sekali ketika aku sudah membangun sebuah kebiasaan dengan siapa pun, kemudian kebiasaan-kebiasaan itu hilang. Aku pun sudah membangun banyak kebiasaan dengan orang yang aku yakini dia sekarang sedang baik-baik saja dengan orang yang sudah dia pilih. Dan aku tahu bahwa kebiasaan itu tentu akan berangsur-angsur hilang, karena aku sadar dalam hidupnya aku hanya orang yang sudah biasa datang dan pergi.

Logikaku sudah paham; tapi sekali lagi aku hanya manusia biasa yang punya perasaan. Aku tidak bisa berlarut-larut dan aku butuh katarsis.

Read more
Tentang Menjadi Perempuan; Menjadi Diri Sendiri

Tentang Menjadi Perempuan; Menjadi Diri Sendiri

Pernah ngga kalian mikir, kok aku jadi orang aneh banget ya. Pernah ngga kalian merasa kalian bukan perempuan ‘seutuhnya’ karena kalian tidak se-feminim teman kalian. Atau, kalian tidak seperti perempuan yang banyak orang katakan harus begini dan begitu. Aku mau cerita, tapi cerita ini bakal panjang.

Read more
why are we falling in love to our best friend

why are we falling in love to our best friend

Even though I’m not experiencing this, I get it why.

If I want to love someone or if I want to let someone to love me, I need to befriend with him first and vice versa. He needs to be able to be my friend, before I can fall in love with him, or before we got into a serious thing. I have a trust issue, so I need to make sure if I open my heart to someone, he can be trusted. I mean, I would not tell literally everything happen to my self to someone who I do not completely trust. If you are my friend, I can trust you. If I can trust you, I may fell in love with you. Wenak. (hahaha!)

Some people told me that I’m single because I’m picky. No. I just don’t trust people easily, in terms of relationship. Other than that, I’m cool at trusting people. Because you know that when you love someone who’s not right, it hurts. And I don’t want to waste my time for that anymore.

Read more
Have I Moved On?

Have I Moved On?

Seleksi alam itu berlaku di segala lini kehidupan kita; termasuk pertemanan. Setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda-beda, tapi kata kebanyakan orang, semakin kita dewasa, teman kita semakin dikit. Aku tidak tahu ‘dikit’ ini seberapa, karena dikit dan banyak itu sangat relatif. Namun, bagiku yang jelas, seleksi alam berlaku. Temanku yang masih membersamai aku sampai sekarang, bukan sekedar teman haha hihi, tapi teman yang aku bisa cerita dan diskusi apa saja, dari hal serius sampai remeh temeh. Dari teman jalan, teman kerja, teman komunitas, teman podcast, dan teman ngopi. Ain’t nobody got time for fake friends right.

Read more
Toxic Relationship

Toxic Relationship

I did not know that my relationship was a toxic relationship until I read The Subtle Art of not Giving a Fuck by Mark Manson. It was failed relationships, though, now I’m glad it was failed; because it was unpleasant – if I may say.

PS: I dare writing about this on my blog because I am 100% completely, quite sure, that my exes are not giving a fuck about this or about me writing about our past relationship. Plus, we are not following each other on social media. Even if they read this, I do not mention their name and the failed relationships were not absolutely their sole fault. Part of them was my fault too.

Read more
Body Shaming

Body Shaming

Sudah tahu body shaming kan? Sepertinya tidak ada istilah khusus untuk collocation ini dalam Bahasa Indonesia. Body shaming adalah ketika kamu mengomentasi fisik seseorang, dan mengarah ke konotasi negatif. Sebenarnya ketika kamu mengomentari tubuh seseorang, itu sudah negatif sih, contohnya: “Kamu gendutan ya?”, “Jerawatmu kok banyak?”. Ya, tujuan kamu kasih komentar tentang fisik seseorang apasih?

Read more

Aku, Kamu. Kita?

Aku, Kamu. Kita?

Aku, Nata, dan Arin sedang edit buku. Buku kami terdiri dari beberapa penulis. Setiap penulis memiliki gaya penulisan berbeda. Nah, tugas kami adalah menyatukan tulisan-tulisan tersebut agar roh-nya sama.

Buku tersebut dimulai pada tahun 2016/2017. Sempat berhenti. Lalu aku ingat kembali dengan buku tersebut awal tahun ini karena sesuatu. Kami benar-benar ingin buku ini terbit, karena sayang kalau tidak terbit. Cuman ada beberapa hal yang menurut kami kurang, jadi masih saja terus diedit. Sekarang, Arin yang sedang aktif berproses mengedit buku tersebut. Aku dan Nata masih stuck.

Suatu ketika, Arin bertanya, “Eh, ini satu paragraf ada yang pake ‘saya’ terus pake ‘aku’ juga?”

“Pakai kata ‘aku’ aja. Aku ngerasa lebih deket dengan penulis ketika dia bilang aku”.

“Ada teori psikologinya ga sih itu? Or just you. Soalnya temenku juga gitu”.

Read more
​Does Your Extrovert/Introvert Personality Affect your L2 Learning?

​Does Your Extrovert/Introvert Personality Affect your L2 Learning?

I really love this week reading material!

We discuss about affective and personality differences whether it will affect second language (L2 learning). I’m always interested in psychology, so when the topic is about character, I couldn’t be more excited!

In this post, the topic that I discuss is from classroom discussion and from Ortega’s book: Understanding Second Language Acquisition (chapter 9), which actually you could download for free at b-ok.xyz. But I would not discuss everything, I will only focus on the extrovert and introvert personality. *I adore that website, anyway, since they always provide a range of materials that I could download for my assignments.

Read more

Partner Hidup

Partner Hidup

Semakin aku dewasa, aku merasa hubunganku dengan orang tua bukan hanya sekadar hubungan antara bapak-ibu dan seorang anak. Aku merasa hubungan kami berkembang menjadi partner hidup atau teman. Dulu, orang tua bagiku adalah teladan, tempat meminta saran, nasihat, pokoknya apa-apa yang selalu dituakan. Namun sekarang, orang tuaku pun kadang meminta nasihat dari aku dan kami sering berbagi, seperti teman.  Read more