Budaya Titip Absen

Beberapa hal yang ‘menakjubkan’ di kelas terjadi belakangan ini. Aku pikir, ini menarik untuk aku tulis. Bahkan kadang kalau aku absen menulis, aku merasa terlalu banyak hal di pikiranku, and I just want to let it all out.

 

Perkara Daftar Hadir

Kalau di kampus aku dulu, daftar hadir selalu berformat resmi. Selalu tercetak, ada kop universitas, mahasiswa kadang-kadang harus tanda tangan atau hanya perlu dicentang oleh dosen, dan selalu ada tanda tangan dosen di setiap minggu. Dosen juga harus mengisi jurnal kegiatan yang juga harus tertandatangi. Sementara itu, di sini, sejauh ini dari 4 mata kuliah dan 2 tutorial yang sudah aku jalani, tidak pernah ada daftar hadir resmi yang tercetak. Tetap ada daftar hadir, tetapi hanya berupa selembar kertas yang harus kami tulis sendiri nama kami, nomor mahasiswa, dan tanpa tanda tangan. Bahkan ada satu kelas, pada semester ini, yang tidak perlu mengisi daftar hadir. Jadi, kalau tidak hadir pada seminar tersebut sah-sah saja karena tidak akan mengurangi presentasi nilai.

Lalu, perkara titip absen (TA), kalian yang sudah pernah dan sedang menjadi mahasiswa tentu sangat-amat paham dengan sistem ini. Di kampusku saja, yang sistem daftar hadirnya seperti itu, TA kerap kali terjadi dan sering tidak ketahuan. Apalagi satu kelas ada sekitar 35 mahasiswa, dosen jarang mengecek satu per satu. Kalau di sini, dosen juga tidak pernah cek mahasiswa satu per satu. Aku pun yakin dosen tidak hafal semua nama mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa adalah mahasiswa internasional yang namanya sulit dihafal dan diucapkan. Walaupun begitu, jumlah mahasiswa dalam satu kelas tidak pernah mencapai 25. Tapi tetap saja, bisa saja TA dengan mudah karena hanya harus menulis nama dan nomor mahasiswa tanpa tanda tangan.

Dan, itu terjadiContinue reading “Budaya Titip Absen”

Advertisements

Curhat Research Paper

Semester ini aku ada mata kuliah Language and Intercultural Communication, dan ada final assignment berupa Research Paper. Sebenarnya aku suka research sih, dan aku sudah menulis bagian literature review dengan bahagia karena aku sudah tahu apa yang aku tulis, sampai dosen aku bilang, “Your research is extreme.”

Continue reading “Curhat Research Paper”

How’s Winter in Melbourne?

Hi! Kali ini aku mau bahas tentang winter di Melbourne. Winter berlangsung selama bulan Juni, Juli, dan Agustus, jadi winter akan berakhir dalam beberapa minggu. Yeay! Beruntunglah aku yang datang di Bulan Juli, karena hanya merasakan winter selama 2 bulan (haha).

Ketika aku sampai di Melbourne dan aku bilang ke teman-teman bahwa ini sekarang sedang winter, mereka pasti bertanya, “Ada salju nggak?”, “Fotoin salju dong”. Faktanya adalah tidak ada salju di Australia ketika winter, kecuali kamu pergi ke gunung. Sebenarnya aku juga baru tahu ini ketika aku datang di Melbourne, haha. Aku pikir, dulu sebelum aku datang kesini, bakalan ada salju tipis-tipis di jalan, bakalan mendung terus, gelap, dan kenyataannya mataharipun bisa bersinar sangat cerah di sini.

Continue reading “How’s Winter in Melbourne?”

Hello, Aussie!

Sebenarnya ini hari ketiga aku sudah sampai di Aussie, tetapi malam ini aku baru sempat menulis di blog lagi. Padahal lebih afdhol kalau cerita pengalaman itu langsung ditulis, kan? karena tentu akan lebih mudah menulis secara detail tanpa harus mereka ulang kembali, tetapi apa boleh buat karena baru ini kesempatan aku untuk menulis. Jadi, begini ceritanya:

 

24-hour Journey Continue reading “Hello, Aussie!”

SEMHAS!

Alhamdulillah Semhas (seminar hasil)  akhirnya berhasil terlewati setelah sempro (seminar proposal). Sempro dan semhas memang salah syarat wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa akhir yang sudah mengambil mata kuliah skripsi dan yang ingin lulus :haha. Di setiap fakultas mungkin akan berbeda kebijakan. Ada yang setelah sempro langsung kompre (ujian comprehension/ujian skripsi), ada yang langsung semhas dan kompre, tetapi kalau di fakultasku lengkap ada sempro, semhas, dan kompre.

Seminarku kemarin berjalan cukup lancar. Aku sangat grogi ketika presentasi, sehingga suara kurang keras (katanya) dan ada beberapa pronounciation yang salah. Walaupun begitu, teman-teman bilang presentasiku bagus dan setiap kali aku bertemu angkatan 2012, mereka selalu bilang, ‘Selamat, Gadis!’. Aw, terimakasih, rek! Namun, tetap saja I could be and should be better than that. Kemudian Jess Glyne datang nynayi, don’t be so hard on yourself, no ~

Don’t be so hard on your self Continue reading “SEMHAS!”

Working on Thesis: 7 Tips to Defeat your Disorientation on Thesis

This post was inspired by Mas Yusuf who wrote in his blog about Faktor Internal Penghambat Skripsi (The Internal Factors of Thesis Detention XD). Yep, sometimes thesis can be something that is so annoying. Moreover if you delay it over and over again. It can haunt you even on your sleep. Hahahahah (lebay XD). Anyway, among of the 6 factors that Mas Yusuf’s elaborated, disorientation is the most “attractive” to me, because I feel it and it is happening to me.


Continue reading “Working on Thesis: 7 Tips to Defeat your Disorientation on Thesis”

Grand Concert for Disability Awareness #GCFDA

Meskipun aku tidak mau ini menjadi yang terakhir, sepertinya ini akan menjadi kepanitiaan terakhir yang aku ikuti selama aku menjadi mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya. Kalau diingat-ingat jadi baper (terbawa perasaan). Apalagi, walau aku koordinator divisi DDM (Dekorasi Dokumentasi dan Multimedia) aku harus meninggalkan acara ketika sedang berlangsung, karena beberapa hari lalu aku sempat pendarahan dan harus banyak istirahat. Sebenarnya aku kuat, but Dad and Mom insist that I had to home earlier.

Flashback yuk! 🙂


Continue reading “Grand Concert for Disability Awareness #GCFDA”

My Lovely Undergradute Thesis

So, apparently I have to changed the topic of my thesis 50% because things happened expectantly.

I should have a research about autistic students, and I and everyone is excited about it. However, because of the bureaucracy is complicated and I run out of time, I can’t make it. The school, where I conducted the research, are going to have final examination next week and there will be no course till January 11th. By the time they have got the course on January, I will have no time to present my seminar because the limit of the result seminar is on January 8th. In order to that, I need to take thesis course in the next semester.

And I don’t want it. My proposal seminal will be useless.

Yet, I succeeded to took a data in English course in special class. The students were only 2, but they were not autism students. They were mental retardation students.

That’s whyyyyy, I need to change almost everything on my thesis. I hope I can do it.