I Got a Racist Email (2)

I Got a Racist Email (2)

Karena email yang dia tulis tersebut, yang menyatakan bahwa kebanyakan orang Australia terganggu dengan keberadaan wanita muslim yang memakai hijab, tertutama burqa, membuatku berfikir bahwa apakah kebanyakan orang-orang Australia seperti itu. Walau aku juga yakin, yang dia nyatakan itu adalah sebuah hiperbola. Toh, dia juga tidak menyatakan data autentik yang mendukung argumennya itu. Tetapi, ada beberapa orang yang bilang beberapa orang Australia memang rasism, terutama di negara bagian Queensland. Namun, seberapa banyak? Aku pikir, ada baiknya bertanya kepada orang lokal.

Sabtu lalu, aku bertemu dengan temanku di tempat aku mengajar, yang merupakan orang lokal. Dia juga mahasiswa di Monash University, jurusan International Development. Aku cukup akrab dengan dia, dan kami sering bercerita banyak hal. Jadi, aku ceritakan ke dia tentang pengalamanku pahitku itu. (Well, ga pahit-pahit banget sih. B aja).

Read more

Pergeseran Makna Kata ‘Ihkwan’ dan ‘Akhwat’

Pergeseran Makna Kata ‘Ihkwan’ dan ‘Akhwat’

Dalam Bahasa Indonesia, pergeseran makna ada enam jenis. PR Bahasa Indonesia dan Dosen Bahasa memaparkan dalam website-nya, yaitu generalisasi, spesifikasi, peyorasi, ameliorasi, sinestesia, dan asosiasi. Kalian bisa langsung klik link tersebut atau google sendiri di mesin pencari. Dalam artikel ini, aku lebih fokus pada spesialisasi (menyempit).

Lalu, kata-kata dalam Bahasa Arab yang aku bahas kali ini adalah ‘Ikhwan’, ‘Akhwat’, ‘Madrasah’, dan ‘Astaghfirullah’. Menurutku, kata-kata dalam Bahasa Arab ini menarik untuk dikaji, karena orang muslim di Indonesia lazim menggunakan kata-kata tersebut, tetapi dalam makna yang berbeda dari asalnya.

Pertama, tentang ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’. Berdasarkan yang aku baca di sini, kata yang pertama merupakan sebutan secara umum untuk laki-laki, sedangkan kata yang kedua untuk perempuan. Jadi, sudah jelas di sini bahwa kata ‘ikhwat’ semata-mata mengandung makna referensial panggilan untuk laki-laki dan ‘akhwat’ panggilan untuk perempuan. Komunitas islam masyarakat Indonesia, sebagian besar, juga sering menggunakan kata ini. Namun, mereka menggunakan makna referensial yang berbeda. Sadar atau tidak sadar. Aku kira-kira sih, tidak sadar.

Read more

Jalan-jalan ke NGV

Jalan-jalan ke NGV

NGV adalah National Gallery of Victoria yang letaknya di pusat Kota Melbourne. Sebenarnya tahun lalu aku sudah pernah ke sini, tetapi yang membuat aku tidak pernah bosan adalah NGV selalu meng-install seni tematik baru setiap beberapa bulan. Akhir tahun kemarin mereka memasang karya-karya Yayoi Kusama, sedangkan sekarang tema mereka adalah MoMA (Museum of Modern Art) New York. Selain itu, karena aku tinggalnya satu jam jauhnya dari kota, pergi ke kota selalu hal yang menyenangkan. Dan foto di bawah merupakan foto yang aku ambil di pameran seni Yayoi Kusama.

This slideshow requires JavaScript.

Read more

Second year! (and how I study in Monash)

Second year! (and how I study in Monash)

Halo! Di sini sudah pukul 11 malam, tapi aku memutuskan untuk ngeblog dulu, karena besok aku bisa bangun agak siangan. Bukan karena apa, tapi di Melbourne subuhnya memang baru pukul 6 pagi dan matahari terbit pukul 7.30. Sedangkan maghrib pukul 17.20-an. Di sini memang sedang musim dingin. Jadi, kalau kamu puasa sekarang, itu cuman kurang dari 12 jam. Enak, kan?

Besok hari pertama kuliah di tahun keduaku dimulai. Ini klise, tapi aku ingin berkata, setahun kayak cepet ya. Kemarin rasanya baru saja orientasi (dan berjanji akan posting banyak hal tentang kuliah di sini tapi kurang tercapai), tetapi sekarang sudah tahun kedua. Semester ini aku ambil mata kuliah Second Language Acquisition dan World Englishes.

Aku pengen cerita sekaligus menjabarkan bagaimana persiapanku menghadapi minggu pertama, belajarnya seperti apa, dan bagaimana sistem pendidikan atau akses di Monash University. Gara-garanya, kemarin banyak teman yang bilang instagram story-ku isinya jalan-jalan mulu. Padahal, bukan berarti aku ngga belajar gaes, tapi masa iya aku upload tiap kali aku lagi belajar, kan ngga enak. Tapi ternyata upload stories jalan-jalan juga salah ya, haha! Oke, akan aku kurangi upload stories ya gaes.


Read more

Perbedaan Budaya dalam Bahasa Tulis dan Refleksi Diri

Perbedaan Budaya dalam Bahasa Tulis dan Refleksi Diri

Bahasa tulis tentu berbeda dengan bahasa lisan. Dalam bahasa lisan, kita tidak perlu memperhatikan tanda baca, menggunakan huruf besar atau kecil, imbuhan, dan lain-lainnya. Dalam bahasa tulis, terutama dalam sisi akademik, kita harus memperhatikan segala detail dari topik, paragraf, isi, dan tanda baca. Standar bagus tidaknya bahasa tulis dan bahasa lisan juga berbeda. Dalam bahasa tulis, sebuah tulisan bisa dikatan  bagus jika mengikuti 7s, yaitu: clear (jelas), concise (singkat), concrete (konkret), correct (benar), coherent (koheren), complete (lengkap), dan courteous (santun).

Pertanyaannya adalah, apakah standar tulisan dari satu budaya ke budaya lainnya sama? Apakah kriteria tersebut bisa diaplikasikan ke berbagai budaya?

Read more

Culture Shock

Culture Shock

Hari ini pas satu minggu aku berada di Malang, Indonesia. Dalam satu minggu, aku sudah makan nasi padang, bakso, nasi goreng, sate ayam, ceker, dan, soto. Makanan-makanan yang aku idam-idamkan selama ini. Masih banyak lagi makanan yang ingin aku makan sebelum kembali studi ke Australia. Dalam satu minggu, jadual bertemu teman-teman lama, silaturahmi ke saudara, dan family time juga full. Satu minggu berlalu dengan sangat cepat, dan aku sukanya, aku jarang buka media sosial. Walaupun agak-agak bersalah karena aku punya tanggungjawab di organisasi.

Read more

Being Old and Boring?

Being Old and Boring?

Kemarin aku lihat vlog Sacha Stevenson tentang Nenek Goals. Di vlog itu Sacha menjabarkan apa arti ‘tua’ menurut dia. Ternyata, berdasarkan polling yang dia adakan di Twitter dan Youtube, bagi orang Indonesia umur 30 tahun itu sudah ‘tua’. Ini tentunya berbeda dengan budaya barat dan Sacha terlihat geregetan dengan pemikiran orang-orang Indonesia yang seperti ini.

Screenshot 2018-03-19 08.27.00
video ini fix bikin aku ngakak!

Sacha bilang kalau udah di atas 27 orang udah ngga laku di Indonesia, dan dianggap sudah ‘tua’. Gara-gara dia pernah diminta casting sinetron jadi nenek-nenek diumur 29 tahun. Geli ih emang sinetron. Dia bilang saat itu juga dia menyerah pada dunia kesinetronan, dan sebagai fans Sacha, I glad she did it. Read more

Add Music to WordPress Homepage

Add Music to WordPress Homepage

Adding music to your WordPress homepage is a piece of cake, and I’m about to show you how. I’m using Soundcloud as the media.

1. Edit Customize

First, edit your customise, add a widget and choose Text.

Screenshot 2018-01-31 09.30.16

Screenshot 2018-01-31 09.30.42

 

2. Soundcloud

Then, open SoundCloud in a new tab. Choose whenever song you want to put as a background song at the homepage. After that, click share.

Screenshot 2018-01-31 09.31.00

 

3. Copy HTML Code

Click embed, then it will appear an HTML code.

Screenshot 2018-01-31 09.31.08

You can choose the colour and size of the widget. You can enable automatic play if you want to.If someone visits your blog, the music will automatically play. If you have done, copy the code. And paste to the text widget. Screenshot 2018-01-31 09.31.16

Don’t forget to click save and publish. And it’s all set! 🙂

#NA3 The 6 Reasons Why I Write

#NA3 The 6 Reasons Why I Write

G’day mate! (me trying to say in the Australian way). *uhuk 😌😌

Yesterday I was gibbering about ex-boyfriends. Today I’m about to tell something that might a bit handy on why you should start to write too. So, here we go, some of the causes why I like to write on the blog:

 

1. Playing with the HTML Code

200

When I was in 9th grade, I got computer subject. One of the lessons was about how to make a website. My teacher taught us how to make a static and dynamic website. Unfortunately, I forget what’s the difference and I do not know whether WordPress is included in static or dynamic. Yet, I do remember vividly that once I had been taught how to make an HTML page from a blank A4 paper size page. It was so cool! He also taught us how to add some pictures, words, and music there. It is such an unfortunate that I forgot how to do those things.

After making the HTML page, he taught us how to make a blog. We used Blog spot at that time. He gave us some tricks about editing Blogspot theme, use the HTML, etc. I was amazed by the HTML things.

So, when I was in high school, I started to write on a blog, but I did not write much. I was busy with my own drama, my boyfriend, as I told you in the previous post, haha.

Then, I began to actively write on my Blogspot and my Tumblr page when I was in college. I also like Tumblr because I can edit the HTML code too. However, I moved to WordPress because I would like to focus on my writing than playing with the HTML code. It is very easy using WordPress because there are a bunch of free theme template that we can use without editing the HTML, but it was also the minus of this WordPress. We can’t edit the HTML unless using the premium one.

(Actually, I wanted to take Information Technology as my bachelor degree but my parents did not give them their blessing) Read more

#NA1 Tantangan Menulis Asyik

#NA1 Tantangan Menulis Asyik

WhatsApp Image 2017-12-20 at 10.35.39 AM

Waktu itu aku sedang menganggur sekali. Aku sedang libur musim panas selama 4 bulan. Iya, 4 bulan, aku tidak salah ketik, mulai dari November sampai Februari. Pada tanggal 4 Desember, aku pulang ke Indonesia. 2 minggu pertama aku sering sekali jalan dengan keluargaku, family time. Lalu, minggu ini orangtuaku sedang pergi umrah, jadi aku mengurangi frekuensi main di luar karena aku merasa tidak enak jika orangtua pergi umroh lalu aku main-main ke luar.

Pagi hari aku menghabiskan waktu dengan jogging di stadion Universitas Muhammadiyah Malang yang dekat dengan rumahku. Setelah dari situ, aku benar-benar tidak ada kerjaan.

Lalu, aku memutuskan untuk blogwalking ke semua teman Obrolin. Nah ketika blogwalking, sampailah aku pada blognya vera tentang menulis asyik ini. Temanya lucu-lucu apalagi yang nomor 10. 😆 Jadi, aku langsung tertarik dan mengubungi Vera untuk ikut tantangan ini. Apalagi aku sedang liburan, dan menulis adalah salah satu cara untuk menjadi produktif. Karena, seriously, beberapa hari lalu aku hanya menghabiskan waktu dengan membaca, main instagram, dan main Hay Day. Hina. 😂

Ohya, salam kenal Mbak Risda dan Mbak Evin yang sudah duluan mengikuti tantangan menulis ini. Salam kenal!

So, see you at my next post about ex-boyfriend(s)! 😂


#NA2 – Ex-boyfriends

#NA3 – The 6 reasons why I write

#NA4 – Ayah dan Ibu

#NA5 – Kangen Malang