I Got a Racist Email (2)

I Got a Racist Email (2)

Karena email yang dia tulis tersebut, yang menyatakan bahwa kebanyakan orang Australia terganggu dengan keberadaan wanita muslim yang memakai hijab, tertutama burqa, membuatku berfikir bahwa apakah kebanyakan orang-orang Australia seperti itu. Walau aku juga yakin, yang dia nyatakan itu adalah sebuah hiperbola. Toh, dia juga tidak menyatakan data autentik yang mendukung argumennya itu. Tetapi, ada beberapa orang yang bilang beberapa orang Australia memang rasism, terutama di negara bagian Queensland. Namun, seberapa banyak? Aku pikir, ada baiknya bertanya kepada orang lokal.

Sabtu lalu, aku bertemu dengan temanku di tempat aku mengajar, yang merupakan orang lokal. Dia juga mahasiswa di Monash University, jurusan International Development. Aku cukup akrab dengan dia, dan kami sering bercerita banyak hal. Jadi, aku ceritakan ke dia tentang pengalamanku pahitku itu. (Well, ga pahit-pahit banget sih. B aja).

Read more

Are You Sure Your Cosmetic is Halal? (Part 1)

Are You Sure Your Cosmetic is Halal? (Part 1)

I was stalking Muslim Girl Instagram till I found Claudia Nour page. I went straight to her website and apparently, Claudia is a muallaf, someone who converted to Islam, and she has her own cosmetic products. It is called Claudia Nour Cosmetics. I was really excited because her products are halal and wudhu friendly or it is not waterproof. It means that I don’t need to wipe up my makeup before wudhu and touch up again after prayer. I chose 1 pack of lipstick sample, 1 lipstick scrub, and 1 foundation. The products are not costly at all, but the delivery is since they need to ship from NYC. It cost twice my groceries for two weeks! So, I closed the website desperately and googled for some halal makeup products in Australia.

Halal makeup for me is matter. As a Muslim, we know that we are not allowed to eat pork and any kind of wine because that’s the rule. Allah SWT has said in various places in the Holy Qur’an, one of them is:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ ….

“Forbidden to you (for food) are: dead meat, blood, the flesh of swine . . .”(Qur’an, 5:3)

Read more

Trust Allah, but Tie Your Camel

Trust Allah, but Tie Your Camel

Trust Allah, but Tie Your Camel.

– Prophet Muhammad

May the peace and blessings of Allah be upon him.

(Tirmidhi)

hadist

Karena Bulan Ramadan, aku mengganti foto Kurt Cobain yang ada di dekstopku dengan hadist ini. Pertama kali membaca hadist ini, jidatku mengernyit dan harus membaca berkali-kali, baru paham. Read more

dia yang menanyakan kredibilitas Tuhan.

dia yang menanyakan kredibilitas Tuhan.

Aku masih prihatin dengan temanku yang satu itu. Dulu dia jarang mau diajak sholat. Alasan pertama setiap aku ajak sholat bajunya kotor, tapi logikanya Allah maha mengertilah, toh kita juga nanti pakai rukuh. Kita seharian di kampus, masa harus pulang dulu untuk sholat 5 menit. Logikanya. Alasan kedua, nanti takut dikira cowok. haihhhh. Alasan ketiga, lagi menstruasi. Namun, masa ada orang menstruasi menahun.

Kemudian, ada kabar yang mengejutkan kami, teman-teman satu jurusan, bahwa ibunya meninggal. Aku tidak bisa kesana, karena banyak halangan. Malah dia yang kerumahku. Aku memang ajak dia kerumahku karena kasihan dengan dia, masa dia dan temannya akan menginap di kampus demi mendapatkan wifi gratis. Kenapa nggak di rumahku aja.

Setelah itu, hubunganku dengan dia agak dekat lagi karena kami satu kelas, 6 dari 8 kelas. Dia temanku satu kelas ketika semester pertama. Dulu pernah dekat, tapi karena semua sama-sama memiliki kesibukan, akhirnya kelas kami berpencar.

DIa, temanku yang aku prihatinkan itu mulai berubah. Suatu ketika dia tiba-tiba bilang, ‘Aku tak sholat sek.’ Keesokan harinya, aku juga mendapati dia sholat bersama teman-teman. Alhamdulillah. Mungkin dia berubah karena sholat adalah wasiat dari ibunya.

Namun ternyata dia masih bersikap skeptis, seperti yang dia tulis di salah satu media sosial-nya, ‘it’s the 2nd time she made my skeptical thinking reach its highest level.’ Dia yang dimaksud adalah dosen Introduction to Translation-ku. Sebenarnya aku suka dosen ini, walaupun kebanyakan teman-teman takut dengan dia. Dia baik, hanya saja memang sangat disiplin dan ceplas-ceplos.

Yang membuat temanku semakin skeptis adalah ketika dia membahas sejarah translation dan kami harus membahas tentang injil, karena injil berasal dari bahsa ibrani, kemudian harus diterjemahkan. Aku agak lupa dengan penjelasan ketika itu karena aku belum belajar lagi, yang jelas waktu itu ada dua orang penerjemah yang mempunyai teori berbeda. Satu meyakini bahwa tidak boleh mengubah konteks kalimat dan menerjemahkan kata perkata, yang yang satunya meyakini bahwa menerjemahkan yang baik harus sesuai dengan maknanya, jadi tidak apa-apa mengubah struktur kalimat jika diperlukan.

Karena ini bahasan yang sensitif, dosen kami berkali-kali menekankan kepada kami bahwa ini adalah pelajaran sejarah, bukan agama. Kemudian, sampailah kepada pertanyan yang sensitif,

Read more

Hijab: Ikuti Perintah Allah atau Fashion?

Hijab: Ikuti Perintah Allah atau Fashion?

Ide ini muncul ketika salah satu temanku yang non-muslim memakai jilbab. Kalau bagi mereka tidak apa-apa, menurutku juga tidak apa-apa sih, tapi berarti ini mengindikasikan bahwa berhijab itu fashionable. Lebih ke arah ‘fashionable‘nya daripada daripada pembeda antara wanita muslimah dan lainnya. Semacam model kemeja flanel yang suka banget dipakai anak-anak kuliahan (baca: aku). Hal ini bikin aku mikir, kalian itu pakai jilbab karena dapat hidayah atau dorongan hati, atau biar fashionable?

Ketika aku SD, aku masuk di Madrasah Ibtidaiyah, jadi otomatis pakai jilbab. Kemudian ketika SMP, aku masuk SMP negeri, jadi aku lepas jilbab, aku lupa alasan kenapa aku lepas jilbab waktu itu,tapi ketika bertemu guru SD, ada yang bilang, “Gadis jilbabnya kemana? Terbang ya?”. #malu #banget. Kemudian ketika SMP kelas 2 dan 3, aku ingat banget ketika orang tuaku maksa aku berjilbab nanti ketika SMA. Aku ngga mau. Apalagi dipaksa, mana mau. Aku lupa alasan kenapa aku malu, tapi yang jelas dulu guru SMP-ku ada yang melecehkan anak berjilbab. Namanya F (aku masih ingat), dia dipanggil Pak MGN, tapi rupanya dia tidak dengar entah kenapa. Kemudian Pak MGN berkata, “Makanya jangan berjilbab, telinganya ngga kedengaran.” Semacam itulah. Tapi akhirnya, ketika SMA aku-pun berjilbab. Bukan karena paksaan orang tua, tapi karena aku ingin berjilbab. Orang tuaku udah lupa mereka pernah maksa. Alasan memakai jilbabku adalah setengah karena panggilan hati, setengah karena SMA ngga pengen ngeliatin rambutku yang susah diatur. Klasik bukan (tapi aku jujur :3)

Kemudian, rupanya, image perempuan berjilbab selalu dianggap ‘alim’. Padahal, seorang muslim itu ngga sempurna, yang sempurna itu islam. Read more

Penentuan Awal Ramadhan tahun 1435H/2014M

Penentuan Awal Ramadhan tahun 1435H/2014M

Lagi-lagi penetapan awal Ramadhan tahun 1435H/2014M di Indonesia berbeda antara versi Muhammadiyah atau pemerintah. Rektor IAIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa MABIMS sepakat dalam beberapa patokan penentuan awal bulan, semisal tinggi hilal minimal 2 derajat dengan waktu minimal 8 jam, dan lain sebagainya, seperti yang dilansir oleh kabar24.com. MABIMS adalah negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pemerintah juga masih akah melaksanakan sidang itsbat nanti malam (oh my god). Sidang itsbat ini tidak akan disiarkan secara live, namun hasilnyya akan disiarkan di konfersi pers secara terbuka. Kenapa kok sidangnya tidak disiarkan secara live? *tanya kenapa*.

Sementara itu, 27 Juni 2014 menurut Muhammadiyah adalah awal malam pertama Ramadan kata ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (http://news.detik.com). Yang keren, Muhammadiyah mendatangkan ahli astronomi dari Perancis Thierry Legault untuk menetapkan awal Ramadhan. Thierry menggunkan teropong dan teknologi digital terbaru untuk mengamati posisi bulan dan benda-benda langit lainnya. Menurut Muhammadiyah, konjungsi atau dalam istilah bahasa Arabnya adalah ijtima’ dijadikan landasan untuk menentukan awal bulan termasuk permulaan Ramadan. Thierry mengatakan dari perhitungan melalui teropong dengan melihat posisi bulan, matahari dan bumi maka konjungsi akan terjadi pada 27 Juni 2014 pukul 15.10 WIB. Keren kan? Udah ngedatangin ahli dari prancis dan alatnyapun canggih. Jadi, hilal nggak semerta-merta cuma dilihat dari mata telanjang. Read more

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

facebook.com_2014-06-23_14-49-36

Beberapa hari yang lalu, teman saya ada yang update status seperti ini, “Katanya ada salah satu ayat yang mengatakan nikmat manalagi yang kamu dustakan.” matae aa! tugas gak jelas durung mari-mari, apa ini yang disebut kenikmatan, ndas e a.”

Entah saya mau bilang seperti apa. Jujur, saya agak kaget dia melecehkan ayat AL-qur’an seperti itu. ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ adalah Q.S. Ar-rahman ayat 13 yang diulang berkali-kali.

Saya tau, mungkin dia cuma bergurau atau bercanda atau apalah, tetapi tidak seharusnya dia berpikir dan menulis hal seperti itu di status facebook. Padahal dia sendiri juga orang islam. Kamu muslim, tetapi kenapa kamu menghina agamamu sendiri. Kalau kamu muslim, menghina Al-Qur’an, kamu juga nggak mau tunduk kepada perintah Allah atau menuruti kata-kata di dalam Al-Quran, la terus kamu mau nurut siapa?

Padahal, kalau mau kita pikir lebih lanjut, dia bisa kuliah itu juga termasuk nikmat. Masih banyak teman-teman yang ingin kuliah tapi tidak bisa karena terhalang biaya. Atau bahkan banyak yang nyambi sambil kerja, cari duit mati-matian biar bisa tetep kuliah. Kita, aku, kamu, dia, kita tinggal kuliah aja, biaya udah di kasih beasiswa oleh orang tua masih aja ngeluh. Kenapa kamu nggak berhenti aja kuliah, langsung kerja, ngga bakal bingung mikirin tugas kan? simple. Tugas kuliah itu sebenarnya untuk kita juga. Mikir. Buat apa kita kuliah. Kalau kuliah pasti dapat tugas. Ngga mau tugas, berhenti aja.

Gemes aku sama dia. Bisa-bisanya dia mikir kayak gitu. Read more