Going to Wilsons Promontory National Park

Aku belum pernah mendaki di Indonesia, dan aku ingin sekali mendaki karena banyak yang bilang bahwa pendakian itu sangat menyenangkan. Lalu, siapa sangka bahwa pengalaman pendakianku pertama berlangsung di negeri rantau, Australia.

Aku dan grup arisan -iya aku punya kelompok arisan di sini- memutuskan untuk mengadakan arisan bulan Februari di Wilsons Promontory National Park karena mumpung masih liburan. Kalau sudah waktunya kuliah tentu kami pasti akan fokus mengerjakan esai, sehingga akan sulit untuk sekedar berkumpul bersama-sama. Lalu, di sana ada banyak pantai yang bisa dinikmati dan gunung yang didaki. Kami memutuskan untuk membuat tenda di sana dan mendaki pagi-pagi.

Pada hari pertama, 3 Februari kemarin, kami singgah ke Norman lookout dan Pantai Squeaky.

Squeaky artinya mencicit. Pasir pantai di sana memang kalau diinjak ada suara mencicit.

Continue reading “Going to Wilsons Promontory National Park”

Advertisements

Foo Fighters Concert at Etihad Stadium Melbourne

Yesterday, January 30th, was one of the best days of my life!

It was the very first time I went to a concert, and it was a rock concert! It was Foo fighters! For those who don’t know Foo Fighters, it is a band from the US. The vocalist, Dave Grohl, was a drummer at Nirvana band before it dispersed. I think it’s been ten years since the suicide of Kurt Cobain. You know, attending this concert reminded me a lot of Nirvana too. If Kurt Cobain didn’t attempt suicide, I bet he would be a legend.

Continue reading “Foo Fighters Concert at Etihad Stadium Melbourne”

Australian Day, or Invansion day?

Kalau Indonesia punya Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, maka Australia punya yang bernama Australia Day setiap tanggal 26 Januari. Namun, Australia Day ini sebenarnya masih berkonflik hingga sekarang, kawan.

26 Januari 1788 adalah hari di mana kapal Inggris mendarat di Australia untuk pertama kalinya. Bagi orang Aborigin, itu adalah hari di mana tanah mereka mulai diinvasi. If you do not know about that, it is time to do your research.

Hari ini aku datang ke Melbourne CBD untuk lihat parade dan berharap dapat kesempatan untuk melihat Invansion Day rally juga yang kabarnya juga akan diadakan di CBD. Well, parade-nya menurutku seperti di Indonesia, tetapi menurutku di Indonesia lebih bervariasi karena Indonesia punya banyak budaya.

(FILEminimizer) IMG_5928
Solomon Island Victoria Association

Continue reading “Australian Day, or Invansion day?”

Daftar Beasiswa LPDP

Hi! Post ini aku buat karena banyak teman-teman yang bertanya apa langkah-langkah mendaftar beasiswa setelah lulus S1. Karena banyak yang bertanya, jadi aku fikir lebih mudah untuk membuat sebuah post lalu aku tinggal memberikan tautan ke blog ini. 😌 (Dan membuat liburanku lebih berfaedah dan produktif, haha.) 😝

Postingan kali ini aku akan fokus pada tahap-tahap mendaftar beasiswa LPDP, karena aku tahunya beasiswa ini. Aku pernah mencoba beasiswa lain, Australia Award dan Chevening, tetapi membaca persyaratannya saja aku sudah tidak eligible karena beasiswa tersebut mensyaratkan pengalaman kerja beberapa tahun. Padahal aku masih freshgraduate dan pengalaman kerjaku masih beberapa bulan. Continue reading “Daftar Beasiswa LPDP”

Disability is not an Exceptional

Hi! I’d like to talk about disability today 🙂 Sebenarnya ini bukan kapasitasku, tapi aku ingin membagikan apa yang sudah aku pelajari dan apa yang aku pahami. So, have you ever heard about Stella Young? If you haven’t, I suggest you watch this video first before you start reading this post:

I’m not your inspiration.


 

I really like this quote that I took from the video:

“I’m here to tell you that we have been lied to about disability. We have been sold the lie that the disability is a bad thing, and to live with disability,  make you exceptional. It is not a bad thing and it does not make you exceptional.”

– Stella Young

Nah, kita mempunyai persepsi yang berbeda tentang bagaimana menghadapi orang difabel. Ada tiga persepsi yang aku temui di sekitarku. Pertama, persepsi bahwa orang difabel harus selau dikasihani karena mereka tidak normal, kekurangan, dan banyak yang tidak bisa mereka lakukan.

Persepsi kedua, orang difabel adalah orang yang kena ‘kutukan’, I can’t find the exact word but you know what I mean, right? Orang yang dulunya berbuat salah entah dianya sendiri atau orangtuanya sehingga Tuhan memberikan adzab ke orang tersebut. Serius, ada orang yang berfikiran seperti itu, because somebody told me that few years ago. Orang-orang yang mempunyai tipe perspektif yang kedua ini juga berfikiran bahwa semua orang difabel itu harus berbuat baik, kalau dia berbuat buruk maka contoh komentar yang akan dia dapatkan adalah, “Duh udah difabel masih aja ngeyel.” Misalnya seperti itu. Dan bahkan masih ada beberapa orang yang memakai kata cacat ketika menyebut orang-orang difabel, yang aku sendiri merasa risih ketika ada orang yang menggunakan tersebut.

Lalu, persepsi yang ketiga, bahwa semua orang itu sebenarnya tidak normal, bahwa kita sendiri tidak bisa mendefinisikan normal seperti apa, bahwa orang difabel itu adalah orang-orang biasa sama seperti kebanyakan manusia lainnya, bahwa tidak exceptional dan tidak perlu dikasihani berlebihan. Intinya, kita semua manusia yang setara. Perkara normal atau tidak normal, akupun sebenarnya tidak normal karena aku pakai kacamata minus plus silinder, gigiku juga tidak normal karena aku gingsul (which actually makes me cuter, haha 😌😝). Well, normal yang aku yakini hanyalah masalah persepsi.

Continue reading “Disability is not an Exceptional”

Ulang Tahun, Umur Bertambah atau Berkurang?

Hari ini aku ulang tahun yang ke-24. Kata teman-temanku yang sesama awardee LPDP, aku masih terbilang cukup muda. Tapi tentu saja mereka bilang begitu karena kami sebaya atau karena mereka lebih tua dari aku. Mas dan mbak, suami istri, yang tinggal serumah denganku juga berkata aku umur segini masih muda. Tentu mereka bilang begitu, karena mereka membandingkannya dengan umur mereka sendiri. Aku sendiri, dalam sudut pandangku, merasa aku sudah cukup tua tetapi aku merasa aku belum mencapai banyak hal. Miley Cyrus saja sudah mau meluncurkan album yang ke-6, sedangkan aku menerbitkan jurnal saja belum pernah. What have I done in my life?

Lalu, ketika aku berulang tahun dulu, aku selalu mengharapkan banyak ucapan dan hadiah dari siapapun. Pokoknya yang namanya ulang tahun harus istimewa karena kejadian ini cuman setahun sekali. Namun hari ini aku merasa, ulang tahun, terus kenapa? I’m not really expecting someone says happy birthday to me, I don’t really know why. Aku merasa banyak hal yang lebih penting dari sekedar perayaan ulang tahun. Sekali lagi aku merasa pencapaianku belum banyak dan aku tidak berhak merayakan hal tersebut. Continue reading “Ulang Tahun, Umur Bertambah atau Berkurang?”

Studying at Monash University

Hi guys!

I talked about the differences between studying at Indonesia and Australian uni here.  it was about how the lecturers greet us, how do we should call lecturer, some rules including attendance list, coming late to the class, and how to dress up, and about the reading list. Now I’d like to explain more detail about my experiences at Monash University (so far).

1. Library

Firstly, it is the library. Monash has several libraries and you may visit the page here. I study at Monash Clayton where there are three libraries here, that is Matheson Library, Law Library, and Hargrave-Andrew Library. The library which I’ve visited the most is Matheson. Continue reading “Studying at Monash University”

Enrolling at The Campus and Going to The City

Kemarin, Selasa, 11 Juli 2017 adalah waktunya daftar ulang di Monash University. Ketika aku masuk kelas, aku disambut oleh ibu-ibu ramah untuk mengambil formulir. Di kelas sudah ada beberapa mahasiswa. Ada yang dari Bali, China, US, Colorado, Arab, dan lain-lainnya. Benar-benar kelas international dengan berbagai budaya. Aku sempat minder waktu itu, karena aku tidak yakin dengan kemampuanku sendiri.

Setelah menunggu beberapa menit, ketua jurusanku datang, namanya H. Beliau meminta kami berkumpul di pojok ruangan untuk mendiskusikan mata kuliah semester pertama dan bagaimana caranya kalau ingin mengambil research. Beliau orangnya keren sekali. Cara duduknya setengah bersila sambil menjelaskan mata kuliah ke kami. Cara berbicara dan gesturnya juga tidak kaku, tidak seperti dosen pada umumnya. Ternyata di kuliah master ini satu semester hanya 2 mata kuliah yang bisa diambil, tetapi walaupun hanya 2, kata teman-teman yang sudah berpengalaman sekolah di sini, tugasnya bisa sangat banyak dan sulit.

Setelah H selesai menjelaskan, aku mengobrol dengan 2 teman baruku, yang bernama Diona dari China dan Yala dari Arab. Ternyata mereka sudah 3 bulan di sini untuk belajar Bahasa Inggris dan mengejar nilai IELTS. Mereka kaget aku baru satu minggu di sini karena kata Fiona Bahasa Inggrisku bagus. I’m flattered, itu moodbooster buat aku. Iya ya, kenapa aku ngga percaya diri dengan kemampuanku sendiri. There is no reason for that.

IMG_0626[1]
Diona and Yala (not their real name, nama disamarkan)
Continue reading “Enrolling at The Campus and Going to The City”

Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia

Judulnya panjang banget yak, karena aku bingung seharusnya artikel ini berjudul apa. Intinya aku mau share pengalaman aku tentang apa yang seharusnya kalian bawa dalam koper kalian dan apa yang seharusnya tidak boleh atau tidak perlu dibawa ke Australia, karena negara multicultural ini punya peraturan yang sangat ketat tentang barang-barang bawaan kalian.


Nah, berdasarkan gambar tersebut (dari https://www.wmo.int/pages/prog/www/DPFSERA/Meetings/CG-NERA_Melbourne2008/INF3-Customs.pdf) kita dilarang membawa produk-produk susu dan telur, dairy products, daging-daging olahan sendiri yang tidak berkaleng, hewan dan tanaman, kacang-kacangan, buah, dan sayur. Jadi, kalau misal mau bawa abon itu tidak diperbolehkan karena itu olahan daging (padahal mamaku semangat banget mau bawain abon, tapi ternyata tidak boleh). Lalu untuk kacang-kacangan memang tidak boleh, tetapi kalau seperti bumbu pecel atau bumbu gado-gado diperbolehkan karena itu olahan kacang. Namun, semua makanan tetapi harus di declare.

Apa yang harus di declare dalam passenger card ? Continue reading “Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia”