13

Visa Student Australia dan Medical Check up di RS Premier Surabaya

Sebelum submit visa, aku harus menyerahkan GTE dan Form 956A yang sudah ditandatangani. Dua hal ini rupanya wajib diisi oleh kita jika ingin membuat Visa pelajar. GTE sendiri adalah Genuine Temporary Entrant yang berisi identitas nama, dan beberapa pertanyaan seperti: tujuan sekolah, jurusan, alasan memilih jurusan tersebut, kenapa memilih Australia sebagai tujuan sekolah, apa hubungan antara jurusan yang dipilih dengan masa depan anda, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini sedikit mirip wawancara beasiswa dan essay yang aku kerjakan, jadi sebagain jawaban GTE aku copas dari essay beasiswaku (hehe). Lalu Form 956A, kamu bisa klik di google untuk melihat dokumennya seperti apa. Setelah menandatangani semua dokumen itu, maka dokumen harus di scan dan dikirim ke agenku untuk men-submit visa.

Oleh karena itu, kalau beli printer, lebih baik teman-teman beli printer yang otomatis bisa scan, karena dari awal proses beasiswa sampai visa banyak sekali yang di scan. Jadi lebih baik punya scanner sendiri daripada bolak-balik ke warnet atau fotocopy-an. Selain itu, dokumen-dokumen yang scan itu tentu dokumen yang penting dan rahasia. Sehingga, lebih aman juga men-scan di rumah.

Ohya, sebelum submit, kita harus membayar biaya visa terlebih dahulu. Karena aku melalui agen, aku harus membayar visa sebesar Rp 6.800.000,-, sedangkan harga visa-nya sendiri sebenarnya Rp 5.500.000,-. Oleh karena itu, otomatis aku diganti oleh LPDP hanya sejumlah biaya visa, sedangkan sisanya harus merogoh kocek bapak (:”D)

Continue reading

Advertisements