6

Ulang Tahun, Umur Bertambah atau Berkurang?

Hari ini aku ulang tahun yang ke-24. Kata teman-temanku yang sesama awardee LPDP, aku masih terbilang cukup muda. Tapi tentu saja mereka bilang begitu karena kami sebaya atau karena mereka lebih tua dari aku. Mas dan mbak, suami istri, yang tinggal serumah denganku juga berkata aku umur segini masih muda. Tentu mereka bilang begitu, karena mereka membandingkannya dengan umur mereka sendiri. Aku sendiri, dalam sudut pandangku, merasa aku sudah cukup tua tetapi aku merasa aku belum mencapai banyak hal. Miley Cyrus saja sudah mau meluncurkan album yang ke-6, sedangkan aku menerbitkan jurnal saja belum pernah. What have I done in my life?

Lalu, ketika aku berulang tahun dulu, aku selalu mengharapkan banyak ucapan dan hadiah dari siapapun. Pokoknya yang namanya ulang tahun harus istimewa karena kejadian ini cuman setahun sekali. Namun hari ini aku merasa, ulang tahun, terus kenapa? I’m not really expecting someone says happy birthday to me, I don’t really know why. Aku merasa banyak hal yang lebih penting dari sekedar perayaan ulang tahun. Sekali lagi aku merasa pencapaianku belum banyak dan aku tidak berhak merayakan hal tersebut. Continue reading

Advertisements
5

Studying at Monash University

Hi guys!

I talked about the differences between studying at Indonesia and Australian uni here.  it was about how the lecturers greet us, how do we should call lecturer, some rules including attendance list, coming late to the class, and how to dress up, and about the reading list. Now I’d like to explain more detail about my experiences at Monash University (so far).

1. Library

Firstly, it is the library. Monash has several libraries and you may visit the page here. I study at Monash Clayton where there are three libraries here, that is Matheson Library, Law Library, and Hargrave-Andrew Library. The library which I’ve visited the most is Matheson. Continue reading

3

Enrolling at The Campus and Going to The City

Kemarin, Selasa, 11 Juli 2017 adalah waktunya daftar ulang di Monash University. Ketika aku masuk kelas, aku disambut oleh ibu-ibu ramah untuk mengambil formulir. Di kelas sudah ada beberapa mahasiswa. Ada yang dari Bali, China, US, Colorado, Arab, dan lain-lainnya. Benar-benar kelas international dengan berbagai budaya. Aku sempat minder waktu itu, karena aku tidak yakin dengan kemampuanku sendiri.

Setelah menunggu beberapa menit, ketua jurusanku datang, namanya H. Beliau meminta kami berkumpul di pojok ruangan untuk mendiskusikan mata kuliah semester pertama dan bagaimana caranya kalau ingin mengambil research. Beliau orangnya keren sekali. Cara duduknya setengah bersila sambil menjelaskan mata kuliah ke kami. Cara berbicara dan gesturnya juga tidak kaku, tidak seperti dosen pada umumnya. Ternyata di kuliah master ini satu semester hanya 2 mata kuliah yang bisa diambil, tetapi walaupun hanya 2, kata teman-teman yang sudah berpengalaman sekolah di sini, tugasnya bisa sangat banyak dan sulit.

Setelah H selesai menjelaskan, aku mengobrol dengan 2 teman baruku, yang bernama Diona dari China dan Yala dari Arab. Ternyata mereka sudah 3 bulan di sini untuk belajar Bahasa Inggris dan mengejar nilai IELTS. Mereka kaget aku baru satu minggu di sini karena kata Fiona Bahasa Inggrisku bagus. I’m flattered, itu moodbooster buat aku. Iya ya, kenapa aku ngga percaya diri dengan kemampuanku sendiri. There is no reason for that.

IMG_0626[1]

Diona and Yala (not their real name, nama disamarkan)

Continue reading