8

Kos-kosan

Akhirnya drama pencarian akomodasi di Melbourne sudah selesai :’) * kibarkan bendera merah putih * (Anyway, cerita tentang akomodasi bagian pertama bisa cek disini)

Kenalan kami di Melbourne akhirnya memberikan detail sebagai berikut:

akomodasi ga fix

Harga sewa di tempat beliau adalah $675 satu bulan tetapi ternyata ada tambahan $50 lagi untuk heater. Selain itu masa alas kasur harus bawa sendiri, padahal bawaanku dari rumah tentu sudah pasti sudah banyak. Mencuci pun dibatasi. Walau memang tidak mungkin mencuci setiap hari, yah masa dibatasi. Pemakaian air. listrik, gas tidak dibatasi tetapi berhemat lebih baik. Kesan kalimat ini, kan intinya dibatasi juga. Terlalu banyak aturan dan untuk kesekian kalinya aku tidak srek mengambil akomodasi disini.

Selanjutnya, rice cooker tidak disediakan, padahal kata orang tua rice cooker itu penting, karena mungkin aku tidak bisa langsung makan makanan ala Australia nyel tanpa nasi. Ya kali bawa rce cooker dari Indoensia >< Bisa saja beli di Aussie nanti, tetapi kamar ini bukan permanent, jadi kalau beli dan ternyata kamar yang permanent nanti menyediakan rice cooker kan jadi rugi. Selain itu, ga kebayang kalau boyongan sambil bawa-bawa rice cooker.

Continue reading

Advertisements
6

Temporary vs Permanent

Sekarang sudah Bulan Mei dan aku mempunyai persiapan kurang dari 2 bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya tentang persiapan keberangkatan ke Melbourne (*eh panjang bener kalimatku, pokoknya intinya itu deh). Alhamdulillah visaku sudah granted, tinggal kurang authority to enroll-nya. Maka, setelah urusan visa selesai, yang harus aku pikirkan dan persiapkan adalah akomodasi/tempat tinggal di sana, pakaian hangat sepatu, koper, tiket pesawat, dan lain-lain. Aku sudah menulis daftar belanja sebagai persiapan menghadapi winter di sana. Thanks to beberapa teman LPDP yang sudah di sana dan Kak Didi si empu blog ini: https://didisahertianblog.wordpress.com/

Nah, masalah belanja barang-barang sepertinya cukup mudah, tetapi masalah akomodasi yang agak ribet. Yah namanya beda negara juga ya. Kalau masihnya satu negara, mungkin kita tinggal inspeksi ke kontrakan atau kos-kosan tersebut, dan tentu kita tidak perlu seorang agent untuk sekedar urusan ngekos atau ngontrak. Namun, beda cerita kalau kita mau cari akomodasi di negara seberang.

Continue reading