Enrolling at The Campus and Going to The City

Kemarin, Selasa, 11 Juli 2017 adalah waktunya daftar ulang di Monash University. Ketika aku masuk kelas, aku disambut oleh ibu-ibu ramah untuk mengambil formulir. Di kelas sudah ada beberapa mahasiswa. Ada yang dari Bali, China, US, Colorado, Arab, dan lain-lainnya. Benar-benar kelas international dengan berbagai budaya. Aku sempat minder waktu itu, karena aku tidak yakin dengan kemampuanku sendiri.

Setelah menunggu beberapa menit, ketua jurusanku datang, namanya H. Beliau meminta kami berkumpul di pojok ruangan untuk mendiskusikan mata kuliah semester pertama dan bagaimana caranya kalau ingin mengambil research. Beliau orangnya keren sekali. Cara duduknya setengah bersila sambil menjelaskan mata kuliah ke kami. Cara berbicara dan gesturnya juga tidak kaku, tidak seperti dosen pada umumnya.Β Ternyata di kuliah master ini satu semester hanya 2 mata kuliah yang bisa diambil, tetapi walaupun hanya 2, kata teman-teman yang sudah berpengalaman sekolah di sini, tugasnya bisa sangat banyak dan sulit.

Setelah H selesai menjelaskan, aku mengobrol dengan 2 teman baruku, yang bernama Diona dari China dan Yala dari Arab. Ternyata mereka sudah 3 bulan di sini untuk belajar Bahasa Inggris dan mengejar nilai IELTS. Mereka kaget aku baru satu minggu di sini karena kata Fiona Bahasa Inggrisku bagus. I’m flattered, itu moodbooster buat aku. Iya ya, kenapa aku ngga percaya diri dengan kemampuanku sendiri. There is no reason for that.

IMG_0626[1]

Diona and Yala (not their real name, nama disamarkan)

 

Lalu, setelah mengumpulkan berkas mata kuliah yang akan dipilih, kami menuju Monash Connect untuk mendapatkan student id card. Aku juga pergi ke sana dengan orang-orang Indonesia. Waktu itu ada 4 mahasiswa baru yang dari Indonesia untuk jurusan Applied Linguistics. Pengambilan student id card juga cepat sekali dan kartunya langsung jadi. Karena aku lagi berjerawat, fotoku di id card jadi ada jerawatnya -_- males banget.

Anyway, setelah semua urusan kampus selesai, waktu itu sekitar pukul 3 sore, aku dan seniorku Mbak Z pergi ke city karena kami ingin foto-foto di Victoria Library. Ternyata sesampainya Flinder station sudah pukul 5 sore, jadi kami hanya makan di KFC saja. Bedanya KFC di sini dan di Indonesia adalah saosnya. Kalau di Indonesia gratis boleh ambil sepuasnya, tetapi di sini tambahan saos aja bayar.

Setelah itu kami pulang, dan kami tersesat.

Jadi seharusnya waktu itu di Flinders Station, seharusnya naik kereta yang di platform 6 menuju Clayton, tetapi kami naik platform 4 yang menuju Sunburry. Waktu itu sebenarnya aku yang salah lihat jalur, tetapi mbak Z iya-iya aja padahal dia sudah satu semester di sini.

Ketika di perjalanan aku merasa asing karena tidak pernah melewati Albion, Ginifer, dan lain-lainnya. Setelah tanya teman, ternyata kami memang salah platform. Akhirnya kami turun di Watergardens station dan kembali lagi menuju Flinders Station. Sesampai di Flinders, kami langsung menuju platform 6 yang menuju Pakenham dan turun di Clayton.

Sungguh berfaedah bukan ~ Jadi kami pergi ke city cuma makan KFC, lalu salah platfrom, dan aku sampai rumah pukul 9 malam.

 

IMG_0654[1]

At least sekarang aku tahu jalan yang benar. πŸ˜€

 

Melbourne, 12 Juli 2017

8:10 AM

3Β°C

Advertisements

3 thoughts on “Enrolling at The Campus and Going to The City

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s