Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia

Judulnya panjang banget yak, karena aku bingung seharusnya artikel ini berjudul apa. Intinya aku mau share pengalaman aku tentang apa yang seharusnya kalian bawa dalam koper kalian dan apa yang seharusnya tidak boleh atau tidak perlu dibawa ke Australia, karena negara multicultural ini punya peraturan yang sangat ketat tentang barang-barang bawaan kalian.


Nah, berdasarkan gambar tersebut (dari https://www.wmo.int/pages/prog/www/DPFSERA/Meetings/CG-NERA_Melbourne2008/INF3-Customs.pdf)Β kita dilarang membawa produk-produk susu dan telur, dairy products, daging-daging olahan sendiri yang tidak berkaleng, hewan dan tanaman, kacang-kacangan, buah, dan sayur. Jadi, kalau misal mau bawa abon itu tidak diperbolehkan karena itu olahan daging (padahal mamaku semangat banget mau bawain abon, tapi ternyata tidak boleh). Lalu untuk kacang-kacangan memang tidak boleh, tetapi kalau seperti bumbu pecel atau bumbu gado-gado diperbolehkan karena itu olahan kacang. Namun, semua makanan tetapi harus di declare.

Apa yang harus di declare dalam passenger card ?


Berikut adalah contoh passenger card yang harus kita isi. Biasanya kartu seperti ini akan diberikan di pesawat beberapa menit menjelang pesawat landing di Australia. Pertama, barang yang harus di declare adalah obat-obatan, steroid, dan senjata. Jadi kalau kalian misal bawa neozp atau obat-obatan basic untk flu atau panas atau pusing dll declare aja. Waktu aku di border security, karena aku declare untuk nomor satu, petugasnya bertanya, “What medicine that you bring?” Semacam itu lah. Lalu aku bilang, “Just ordinary medicine for flu.” “It’s like panadl?” “Yeah, something like that.” Aku terkejut dia tahu obat Panad*ol (haha). Dan ketika aku ke swalayan-swalayan obat tersebut memang banyak dijual.

Kedua, alcohol yang lebih dari 1125mL atau rokok yang lebih dari 250 batang. Kalau misalnya ingin membawa rokok, boleh membawa 50 batang atau 3 pak. Lebih dari itu, maka akan disita oleh petugas. Ada temen yang pura-pura bego, dia bawa 2 lusin karena pura-pura tidak tahu peraturannya maksimal bawa berapa. Ujung-ujungnya malag rokok tersebut disita. Rokok ini sangat ketat peraturannya karena kalau di Aussie pajaknya mahal.

Ketiga, barang senilai AUD$400. Keempat, barang-barang jualan kamu, kalau misalnya mau menjual barang tersebut di Aussie. Kelima, uang senilai AUD$10.000, bisa dalam dollar Aussie atau rupiah.

Keenam, makanan. Nanti aku akan jelaskan makanan apa saja yang aku bawa dan lolos bagian imigrasi. Ketujuh, wooden articles dan obat traditional. Kedelapan, hewan dan/atau bagian hewan.

Kesembilan, tanah atau barang-barang yang kira-kira ada tanahnya disitu, misalnya sepatu. Kalau misalnya ingin membawa sepatu, harus dicuci hingga bagian solnya tidak ada tanah. Atau sekalian beli aja yang baru jadi tidak perlu repot-repot dicuci. Namun, aku sarankan tidak perlu bawa sepatu karena terlalu menuh-menuhin koper. Selain itu kalau sudah disini kalian pasti suatu saat alan beli lagi, dijamin deh.

Jadi, itu barang-barang yang harus kalian declare dan kalau kalian melanggar aturan atau kalian membawa barang bawaan yang harus kalian declare tetapi tidak di declare, kalau akan terkena denda AUD$200 yang setara dengan Rp 2.000.000,- 😱

What’s in my Luggage?

Aku bawa 2 koper yang totalnya adalah 38,5 kg. Jatahku adalah 40 kg. Sebelumnya sudah aku timbang dengan timbangan badan punya tetangga, jadi nanti ya di bandara tidak perlu riweh kalau sampai kelebihan muatan.

Koper yang paling besar isinya baju aja, dan baru aku sadari ketika aku sampai di sini, I brought too much clothes. 😬

Saranku ketika kamu akan pergi sekolah ke luar negeri, pertama bawa baju cukup tetapi jangan terlalu banyak, karena kalau sudah sampai di negara tujuan kamu pasti akan beli lagi. Jangan sama kayak aku yang sekarang lemariku sudah penuh dan disini pun aku beli baju lagi. Jadi, membawa baju banyak adalah sebuah kesalahan mutlak. Saran kedua adalah bawa baju yang sesuai dengan musim. Kalau ke Amerika sekarang yang lagi summer ya bawa baju-baju untuk cuaca panas, kalau ke negara yang sedang winter berarti at least kamu harus bawa: jaket winter, long john (kalau aku bawa legging karena ga dapet long jogn di malang), kaos kaki yang banyak, sarung tangan (paling enak sarung tangan yang bisa buat hp-an, jadi kalau hp-an ga perlu copot sarung tangan), syal, dan penutup kepala.

Kemudian isi koperku yang kedua adalah barang habis pakai. Pertama aku bawa makanan seperti mi instan, bumbu gado-gado, dan bumbu pecel, karena untul hari-hari pertama tentu aku tidak bisa langsung ke pasar atau swalayan untuk beli barang belanjaan untuk makan. Kalau ingin makan di luar pun belum tahu dimana dan pasti mahal, jadi ga bakal sering-sering. Delivery food pun tidak sebanyak di Indonesia. Jadi biar tidak kelaparan di hari-hari pertama kalian bisa bawa makanan instan. Ohya, kalau di Australia, mereka banyak menjual makanan dan bumbu-bumbu Indonesia, so you don’t have to be worried mates.

Kedua, aku bawa pasta gigi, shampo, sabun, handbody lotion, dan make up. Untuk toiletries juga bawa saja secukupnya karena bisa beli disini, dan di Aussie beberapa merk Indonesia ada. Untuk make up, setiap orang pasti punya pilihan sendiri. Jadi bawa aja make up seperti lipstik dan lain-lainnya karena kalau di sini make up harganya mahal. Namun, kalau moisturiser beberapa orang tidak cocok dengan moisturiser yang dia bawa dari Indonesia. Mungkin karena di Indonesia, moisturisernya disesuaikan dengan negara tropis, sedangkan kalau di Aussie, negara 4 musim, pasti beda. Aku sendiri beli moisturiser di Aussie dan lebih cocok daripada yang aku bawa dari Indonesia.

Lalu, untuk kalian yang berjilbab, aku sarankan kalau ke luar negeri bawa jilbab yang banyak karena sulit dicari. Kalaupun ada mungkin tidak sesuai dengan selera kalian. Menurutku aku, jilbab-jilbab produksi Indonesia itu paling the best, dan untungnya aku bawa banyak. I did not find any store that sell jilbab here.

See ya!
Clayton, 12:28am

(I always wake up at this hour since I came here, I really want to sleep ☹️)

Advertisements

4 thoughts on “Going to Australia: What You Should and Should not Bring to Australia

      • Biasanya yang diskon gede-gedean itu pas summer masuk winter atau winter masuk ke summer. Kalo mau cek ke K-mart atau big-w buat belanja yang murah atau target. Untuk barang branded yang masih ok biasanya saya cari di secondhand shop atau biasa disebut opshop banyak diantaranya vinnese (kalo nggak salah gitu nulisnhaπŸ˜€) red cross, salvation army, itu 3 yang terbesar masih banyak yang lainnya. Selain barang branded yang super super murah mereka juga jual buku-buku bekas nah ini juga yang jadi ladang perburuan buat saya pribadi. Apa lagi di Melbourne gudangnya opshop.

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s