Menyebrang Illegal dan Tersesat

Hi! It’s me again. Sekarang aku mau cerita pengalaman hari kedua dan ketiga di Melbourne.

Pertama, waktu itu aku harus menyeberang karena aku harus ke rumah buddy ku yang ada di seberang jalan. Ohya, buddy adalah program LPDP Victoria. Seseorang bisa menjadi buddy kalau dia sudah satu semester dan bersedia mem-volunteer-i mahasiswa baru untuk jadi guide, mengenalkan daerah baru, dll. Intinya membantu mahasiswa barulah. Nah waktu itu kami harus ke KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), karena aku butuh pasporku ditempel. Lalu, kami janjian di rumah buddyku yang rumahnya berseberangan dengan rumahku.

Aku pakai maps ke rumah dia. Jaraknya hanya 18 menit jalan kaki. It should be easy, I thought. Aku jalan dari rumah dengan memakai sweater yang didalamnya ada berlapis lapis baju. Kemudian maps tersebut mengatakan aku harus menyeberang untuk sampai ke jalan tersebut, aku tanya buddy, sebut saja dia A.

“Mbak, ini harus nyebrang ya?” sambil aku foto keadaan sekitar. Aku agak takut waktu itu karena jalan-jalan di sini lebar sekali dan karena tidak macet mobil-mobil berlalu lalang dengan cukup kencang.

WhatsApp Image 2017-07-05 at 10.25.07 AM

“Iya, nyebrang aja.”

“Nyebrangnya biasa aja apa gimana nih?” aku tanya begitu karena setau aku menyebrang pun ada caranya sendiri di luar negeri.

“Bisa sih nyebrang ilegal, gapapa kok, asal lari ya.”

Aku mulai deg-degan.

“Yang legal gimana?”

” Yang legal jauh, terus harus nunggu lampu merah dulu. Nanti aku ajarin.”

Aku mencoba untuk tidak panik dan mengamati keadaan sekitar. Untungnya ada mas-mas sedang menyeberang. Ketika aku lihat, dia tunggu sampai sepi lalu baru buru-buru menyeberang. Setelah itu ada mbak-mbak kaukasian yang sedang menyeberang , jadi aku otomatis ikuti dia (haha). Waktu itu karena baru hari kedua di Clayton, rasanya serem menyeberang di jalan besar seperti itu. Apalagi ILLEGAL. Dan aku pun sampai di rumah dia (akhirnya) setelah sekitar 25-30 menit berjalan. I’m not good at maps (not yet).

Belakangan aku tahu ada 3 macam tempat penyeberangan di sini. Pertama illegal, yang aku ceritakan tadi. Jadi kita harus menunggu sepi dan abru menyeberang dengan cepat karena mobil tidak mau berhenti. Kalau misal kita tertabrak ya itu salah kita karena menyeberang di tempat ilegal. Kedua, penyebrangan legal pakai pencet (haha). Jadi, sebelum menyeberang harus memencet tombol.  Tempat penyebrangan ini aksesibel bagi Tuli dan tuna netra karena untuk tuna netra ada braille dan di jalan ada banyak tonjolan-tonjolan arahan untuk tuna netra. Kalau sudah lampau hijau pun akan ada suara teng-teng-teng sebagai alert bahwa sudah aman menyebrang. Untuk deaf, ada lampu merah yang berati jangan menyebrang dan hijau yang berarti silahkan menyebrang. Ketiga, ada penyebrangan legal tanpa pencet tombol. Ada sign warna kuring dengan gambar kaki bejalan. Nah kalau begitu nyebrang langsung meskipun ada mobil lalu lalang gapappa karena mereka akan berhenti sendiri. Kapan-kapan aku fotoin deh, tadi aku lupa foto.

Setelah dari KJRI, kami naik bus untuk pulang ke rumah. Berangkatnya kami naik uber, tetapi mahal sekali 30 AUD. Kalau naik bus kurang dari 10 AUD (3 kali ngoper). Aku dan temanku turun di bus stop yang berbeda karena rumah dia lebih jauh. Jadi, aku turun duluan. Lalu, teman aku berkata, “Nanti kamu nyebrang legal ya di yang paling jauh itu sebrangannya.”. Jadi ada semacam perlimaan atau perenaman dan bus stop ada di tengah. Ketika aku turun, waktu aku lihat, mau ke kanan atau kiri sama sama harus menyeberang jauh dan harus 2-3 kali menyeberang sangking jauhnya. Karena aku bingung belok kanan atau kiri, aku ngikutin orang.

Sesampainya di seberang jalan, maps aku semakin tidak jelas. Aku jalan ke kanan atau kiri jarak destination semakin jauh, sedangkan bateraiku sudah 15% jadi aku harus berfikir cepat. Setelah aku whatsapp buddy, ternyata aku harusnya belok ke kiri. Jadi, jalan yang seharusnya aku tempuh selama 10 menit bisa jadi 30 menit karena aku salah menyeberang.

Benar-benar pengalaman yang sungguh berarti ( 😀 ). Pengalaman adalah guru yang terbaik bukan?


 

Keesokan harinya aku belanja ke Clayton Shopping Center. Karena ada temen yang nanyain harga-harga disini, aku fotoin bonku deh (haha).

 

Hongkong Supermarket

Di sini lengkap banget, bahkan tolak angin pun ada. Bumbu-bumbu dari Indonesia juga lengkap, jadi aku beli bumbu jadi daripada ribet nguleg-nguleg.

IMG_0375[1]

 

AZ Seafood and Butcher

Di sini aku beli ayam, 1kg Chicken Drummets (1kg paha ayam yang bagian paha kecil). Beli cukup banyak karena biar ga bolak-balik belanja karena tempat belanjaannya cukup jauh. (dan belakangan aku sadar beli satu kilo untuk aku sendiri itu kebanyakan).

IMG_0378[1]

 

Coles

Coles itu kalau di Indonesia kurang lebih seperti Giant. Lengkaaaap dan muraaaah-muraaaaah.

IMG_0377[1]

 

Clayton Fresh Fruit Mart

Nah, aku juga beli sayur karena ini penting banget (mulai sok-sokan :p). Aku beli jamur karena aku pengen buat jamur krispi kayak di rumah. Terus aku juga beli sayur sawi (choy sum) dan kangkung (water spinach) karena mereka mudah diolah, dan aku beli bawang karena kata buddyku bawang itu adalah bahan masakan paling basic. Selain itu aku juga beli telor. Di sini telor ada dua macam, yaitu telor ayam yang dikurung dan telor ayam yang di bebaskan. Katanya telor ayam yang di bebaskan lebih fresh karena mereka ngga stres, tapi aku tetep beli telor ayam yang dikurung. Setelah aku buat telor ceplok, rasanya tetep aja sih seperti telor pada umumnya.

 

IMG_0376[1]

 

Itu semua buat makan satu minggu kayaknya cukup, haha. Jadi, itu ceritaku tadi. Kalau misalnya kalian mau ke Australia atau lagi di sini, jangan lupa menyeberang dengan aman dan benar :D.

See ya!

 

Melbourne, 11.31 pm

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Menyebrang Illegal dan Tersesat

  1. Di negeri sana nyebrangnya gitu ya mbak. Aku jadi inget nyebrang sembarangan pake tangan terus dihadep-hadepin ke pengendara buat pelan atau berhenti. Jadi merasa berdosa. Tapi di sini temannya banyak. Wkwkwkwk.

    Sukses selalu S2-nya mbak.

    Oh ya. Selamat memasak mbak. Hehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s