I’m Arrive !

Sebenarnya ini hari ketiga aku sudah sampai di Aussie, tetapi malam ini aku baru sempat menulis di blog lagi. Padahal lebih afdhol kalau cerita pengalaman itu langsung ditulis, kan? karena tentu akan lebih mudah menulis secara detail tanpa harus mereka ulang kembali, tetapi apa boleh buat karena baru ini kesempatan aku untuk menulis. Jadi, begini ceritanya:

 

24-hour Journey

Aku berangkat hari Senin, 3 Juli 2017 dari Surabaya. Sebenarnya aku bisa berangkat dari Malang, tapi masalahnya adalaaaaah aku lupa kalau sebenarnya aku bisa pesan ke tiket ke LPDP dari Malang (zzzzzz). Namun ketika tiket sudah terima, aku baru sadar beberapa minggu kemudian kalau sebenarnya aku bisa berangkat ke Melbourne dari Malang. Pengalaman ini jangan sampai kena ke kalian ya (haha).

Orangtuaku ikut mengantar sampai Jakarta. Yah, namanya orang tua ya, aku sih memang belum punya anak jadi tidak paham bagaimana rasanya ditinggal sekolah anak ke luar negeri. Adik-adikku tinggal di rumah, tidak ikut mengantar. Aku paling dekat dengan adikku yang perempuan. Waktu perpisahan, pengen nangis bombay, tapi aku tahan maksimal.

 

IMG-20170703-WA0005

adik cowok paling susah diajak foto

Nah hari senin itu, aku berangkat pukul 10.00 karena pesawatku berangkat pukul 18.30 atau 18.15, aku lupa. Aku berangkat pagi sekali karena takut macet dan khawatir masih ada arus balik pasca lebaran. Selain itu, karena pesawat aku pukul 18.00 otomatis setidaknya aku harus sampai pukul 15.00. Ternyata ketika perjalanan ternyata tidak macet sama sekali. Bahkan pukul 11.00 kami sudah sampai di Warung Mojorejo. Kalau sudah sampai di warung ini, maka kami seharusnya sampai pukul 12.00 di Surabaya.

Ohya, warung tersebut recommended banget. Aku makan sayur singkong. Itu sayur favoritku, tetapi mama hampir tidak masak sayur itu sekitar 10 tahun terakhir karena usia. Jadi waktu makan itu rasanya enaaaaaaak banget.

Sampai di Bandara Juanda Surabaya kami harus mbambong (apa ya Bahasa Indonesianya, gatau :p) dulu sampai setengah 5 sore, selama sekitar 3 setengah jam, baru bisa naruh bagasi. Ketika ditimbang dua koperku ternyata 37,5 kg men, makanya beratnya minta ampun. Kalau jatah bagai pesawat aku dapat 40 kg, jadi aman. Ohya kalian nanti kalau mau naik pesawat ada jatah bagasi kan. Mending sebelum ke bandara kalian timbang dulu bagasi kalian jadi waktu di bandara tidak perlu repot karena kelebihan muatan. Kalau aku dulu minjem timbangan badan tetangga buat nimbang koper (haha).

Anyway, setelah itu, nothing special. Aku sampai di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 8 malam dan pesawatku ke Melbourne berangkat pukul 00.20. Waktu sampai di Bandara Jakarta, bandaranya luas sekali, rumit, dan kami bingung. Setelah bertanya kesana kemari, intinya kami harus menuju ke bagian imigrasi. Pukul 21.00 kami baru sampai ke imigrasi. Kebayang ngga capainya? Bahkan aku sempet nangis diem-diem waktu itu karena capek dan sempet mules karena di pesawat sebelumnya dingin banget. Di imigrasi, aku harus menuju Gate 9. Ternyata disitu pengantar udah gaboleh masuk lagi. Mama langsung nangis, duh gakuat ceritanya, jadi syedihh.

Perjalanan Jakarta – Melbourne 6,5 jam. Aku sudah niat tidur di pesawat, tetapi justru tidak bisa tidur padahal sudah ada fasilitas bantal dan selimut. Aku juga sudah pakai sweater untuk mengantisipasi dinginnya pesawat. Justru aku tidak bisa tidur. Bapak-bapak di belakangku juga berisik, selalu batuk-batuk dan batuknya bikin heboh. Lalu beberapa jam kemudian dia tertidur sambil mendengkur. Yah, setidaknya aku tidak mabuk pesawat karena ini baru pertama kalinya aku pergi jauh dengan pesawat.

P_20170704_044451

Aku sampai di Bandara Tullamarine Melbourne pukul 09.20. Kalau jam Indonesia mungkin masih 06.20. Di bandara ini, meskipun luas aku merasa arahannya lebih jelas daripada di Bandara Juanda. Ada banyak tulisan arahan dan ketika petugas ditanya jawabannya jelas. Kalau tanya petugas lain pun jawabannya sama (pengalaman nanya petugas di Bandara Juanda jawabannya beda arahan). Sehingga aku tidak menghabiskan waktu berjam-jam mencari tempat ini itu di Bandara Tullamarine.

Kalau sudah sampai di Bandara maka antri di bagian border security dan menunjukkan Incoming Pasannger Card yang sudah dibagikan di pesawat. Ada barang-barang yang harus di claim, seperti obat-obatan, sepatu, makanan, dll. Lalu setelah  itu ambil bagasi dan ke bagian ‘aku gatau namanya apa’ untuk pengecekan isi bagasi. Namun tasku tidak sampai di buka satu satu dan dikeluarkan satu satu, karena mungkin aku tidak membawa barang yang aneh-aneh dan kemungkinan melanggar aturan.

Setelah itu, aku bisa langsung keluar dan menuju ke meeting point untuk menemui driver yang bertugas untuk mengantar ke rumah. Jadi ada fasilitas dari kampus untuk mahasiswa internasional, yaitu jemputan gratis dari bandara ke rumah. Di meeting point, tiba-tiba ada mbak-mbak bernama Lucy yang bertanya, “Are you student?”. Dalam hati aku bilang, “Kok tau?”. Mungkin karena aku berpakaian seperti ‘student’ dan aku celingak-celinguk kayak orang ga jelas (haha). Lalu aku diantar ke driver Monash. Ternyata aku tidak sendirian dan masih harus menunggu teman yang lain. Aku pikir berangkatnya bakal satu-satu. Aku satu bis dengan 3 mahasiswa Indonesia. 1 mahasiswa LPDP aceh, 1 mahasiswa Jakarta, dan 1 mahasiswa udah bapak-bapak dan bawa istri dan anak.

P_20170704_104607

Sesampai di rumah, sekitar pukul 11, benar-benar perjalanan 24 jam dari rumah di Malang ke rumah di Melbourne, aku disambut hangat oleh Mas M. Aku shared house dengan beliau (dan istrinya juga, Mbak N) dan beliau adalah main tenant di rumah kami. Di kamar disediakan buah-buahan dan minum. Dan bahkan waktu itu Mas M rela ga kerja satu hari karena menyambut kedatanganku. So sweet banget ga sih?

 

Vodafone dan Commbank

Setelah sholat dhuhur, di sini dhuhur 12, aku diantar ke Mas M ke bank. Dua hal yang penting banget untuk diurus disini duluan adalah bank dan no hp. Butuh bank, karena jelas ya, kalau anak beasiswa butuh segera karena pihak beasiswa otomatis langsung kirim dana ke bank luar negeri. Butuh segera diurus karena kalau LPDP butuh waktu 10 hari jam kerja setelah dana diajukan, jadi setelah dana diajukan baru akan diproses. Lama kan, jadi harus buruan. Kalau no hp jelas butuh untuk menghubungi siapa pun. Kalau pakai nomor Indonesia mahal banget dan lama lah. Jadi, harus pakai nomor Australia. Untuk hp aku pakai provider vodafone. Enaknya 4 angka terakhir boleh milih sesuai hati kita. Aku pakai phone plan iphone 7+, satu bulan dengan 108 AUD dapat 12 gb data, free call and text national, and 300 mins international call. Sampai turah-turahhhh.

Daaaan, cerita selanjutnya besok, karena sekarang udah jadwalnya tidur. 😀

 

Melbourne, 10.56 pm.

 

 

Next epsiode:

Menyeberang Illegal dan Tersesat, Belanja di Clayton City Centre. 😀

 

Bonus Foto:

IMG_0003[1]

perkiraan suhu udara

IMG_0030[1]

dalam kereta

IMG_0032[1]

pertigaan jalan menuju rumah

IMG_0031[1]

di sini ada nasi kok 😀

IMG_0053[1]

jalan-jalan ke rumah teman

Advertisements

13 thoughts on “I’m Arrive !

  1. Bukan rajin mbak.. Cuma pas itu kerjaan ga banyak aja haha..
    Mbak request dong.. Nulis tentang pengeluaran per bulan (dari kostan, transportasi, makanan, belanja bulanan, dll) gitu kalo di Clayton berapa..

    Makasiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s