Pra-PK LPDP

Hai!

Aku terdaftar PK 85 LPDP, namanya Badrika Sagraha (8adrika 5agraha), keren kan namanya ๐Ÿ™‚ Nama tersebut kami putuskan di pra-PK. Banyak sekali cerita tentang itu. So, here we go.

Ada yang namanya pra-PK LPDP, yaitu pra-persiapan keberangkan. Sebelum Persiapan Keberangkatan pun ada persiapannya tersendiri ๐Ÿ˜€ Pelaksanaan PK aku 7-11 November 2016. Pengumuman PK-nya 3 minggu sebelum itu. Setelah PK diumumkan, kami dimasukkan ke dalam group telegram official PK 85 LPDP.

Anyway, gara-gara LPDP ini aku kenal telegram. Sepertinya memang telegram yang suitable untuk menampung ratusan dan bahkan ribuan orang. Kalau line dan whatsapp kan hanya bisa menampung ratusan orang dalam satu grup. Jadinya, telegram-ku isinya hanya group-group dari LPDP semua.

Nah, dalam 3 minggu sebelum PK, banyak sekali yang harus diurus. Dalam minggu pertama ada pemilihan ketua pra pk yang harus berjumlah 5 orang. Ketua pra-pk ini nantinya akan bertemu dengan Pak Kamil, PIC PK. Mereka harus bolak-balik ke Wisma Hijau (Wisma Hijau) untuk menerima arahan dari beliau, kemudian menyampaikannya kepada kami. Perwakilan ini ada baiknya orang-orang sekitar bandung karena perwakilan diwajibkan menginap dan kadang-kadang pagi-pagi harus ke WH dan pulangnya malam sekali. *Jadi kami sangat berterimakasihlah pada perwakilan ini. (sungkem satu-satu)

Terus, aku lupa setelah pemilihan perwakilan pra-pk kami harus ngapain. (zzzt)

Yang jelas, kemudian kami diminta untuk mengirimkan perwakilan PK. Waktu itu suasana di telegram tegang sekali karena kami kekurangan perwakilan, kurang 1, dan kata seseorang perwakilan, kami terancam dilebur PK-nya jika tidak ada perwakilan. Masalahnya apasih, kenapa orang sulit sekali untuk menjadi perwakilan? Begitu kan pertanyaannya. Nah masalahnya seseorang yang menjadi perwakilan ini harus bener-bener free karena harus menginap sampai PK selesai. Daaaan di detik-detik terakhir, akhirnya yang namanya Helmi bersedia menjadi perwakilan, padahala dia jauh-jauh dari Jawa Tengah. Aku sendiri tidak bisa menjadi perwakilan, karena aku ada acara penulisan buku dan workshop tentang pengajaran membaca dan menulis untuk Tunarungu. Akhirnya, fix ada 5 orang perwakilan dan PK kami tidak jadi lebur. fyuh. Ada dua perwakilan dari Malang, namanya Mbak Nabil dan Mbak Lia. Ternyata, Mbak Lia ini asli Tumpang, dan nenekku juga di Tumpang. Bahagia banget rasanya ketemu teman baru yang asalnya sama-sama Tumpang. Kalau liburan Mbak Lia bisa aku culik buat aku ajak main ke coban. moongrin

Masalah perwakilan clear. Setelah itu, hampir setiap malam kami ada milis. Jadi semacam musyawarah gitu, tetapi via google milisย  untuk menentukan logo PK 85, nama PK 85, dan maskot PK 85. Seru sih. Biasanya jam tidur aku jam 9 malam, tetapi demi PK, aku kuat-kuatin melek ๐Ÿ˜€

Kami juga ada tugas PK. Ada yang bilang merasa diospekin, tapi emang gitu, karena kita harus saling mengenal satu sama lain. ceilaaaah.

Ada tugas membuat CV dan mini CV. Setelah itu, kami diminta untuk mengupload C kami di frder dropbox yang sudah di share. Waktu baca CV teman-teman, rasanya merinding, karena mereka penuh dengan prestasi luar biasa. Selain prestasi, masing-masing dari mereka mempunyai seabrek kontribusi untuk Indonesia yang sangat menginspirasi. Aku? Aku rasanya cuman butiran remah-remah oreo yang ga ada apa-apanya.

Ada juga tugas menelfon teman kelompok selama 10 menit, kemudian membuat biografi teman yang ditelfon. Rasanya agak canggung gitu, hehe, telfon orang baru untuk pertama kalinya.Karena menelfon banyak orang dengan masing-masing waktu 10 menit, sedangkan ain’t nobody got time fo dat, kami memutuskan untuk telfon group via hangsout. Dan tugas selesai. Ada dua orang yang menulis biografi tentang aku. *aw co cwit :3

Dan tugas yang paling menantang adalah menghafalkan mars LPDP, visi dan misi LPDP, nilai dan budaya LPDP, dewan direksi LPDP, dewan penyantun LPDP, dan dewan pengawas LPDP. Yuk yang mau PK siap-siap ๐Ÿ˜€

Ohya, masalah baju. Di PK juga ada ketentuan mengenai baju. Biasanya setiap PK berbeda-beda, tetapi yang jelas cukup banyak hehe, karena harus ganti-ganti baju selama 5 hari tersebut, jadi aku harus membawa sebuah koper dan tas ransel. Namun ada juga teman lelaki dan perempuan (dan dia dokter) yang cuman bawa sebuah tas ransel. Aku heran banget, kok bisa ya ><

Dan akhirnya hari PK pun datang. Sabtu, 5 November 2016, aku, mada, resti, ratna, dan faiz (geng malang sempol), pergi ke depok . Cerita tentang PK bersambung :)) See, ya !


 

img_6348

Advertisements

4 thoughts on “Pra-PK LPDP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s