Seleksi Substansi LPDP

Halo!

Sebelumnya saya sudah pernah bahas seleksi administrasi. Jika kamu lulus, maka kamu akan memasuki tahap seleksi substansi. Kalau kamu lolos seleksi ini, maka kamu fix mendapatkan beasiswa LPDP *standing applause.

Nah makanya, kamu harus mempersiapkannya sebaik mungkin.

Pertama, berkas yang harus kamu bawa adalah:

1. Formulir pendaftaran yang bisa di klik disini:

Beasiswa LPDP   StatusUser.jpeg

  1. Ijazah S1
  2. Transkrip S1
  3. Rencana studi

5. Sertifikat Bahasa Asing yang diakui LPDP dan masih berlaku, bagi yang sudah tidak berlaku/kadaluarsa tidak diperbolehkan mengunggah/upload

6. Surat Pernyataan Tidak sedang dan tidak akan menerima bantuan beasiswa Magister dari sumber lain baik dalam negeri maupun luar negeri; Berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana; Sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara setelah menyelesaikan studi; Sanggup menyelesaikan studi Magister sesuai dengan waktu yang tentukan (Bermaterai)

7. Surat Ijin Belajar sesuai format LPDP (bagi yang sedang bekerja)

8. Surat Rekomendasi sesuai format LPDP

9. LOA Conditional / Unconditional yang masih berlaku, bagi yang memiliki LoA diluar Perguruan Tinggi daftar LPDP tidak diperbolehkan mengunggah/upload

10. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

11. Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba dan ditambahkan Surat Keterangan Sehat Bebas dari Tuberculosis (TBC) bagi yang ingin studi ke luar negeri. Semua Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah

  1. SKCK

Semua berkas ini harus bawa yang asli! 


Kedua, tes akan dilaksanakan tiga hari sesuai jadwal yang akan dikirimkan oleh LPDP ke email masing-masing. Jadi aku sarankan aktifkan notifikasi email di hp kalian biar informasi bisa langsung kebaca. Walaupun tes tiga hari, ada peserta yang pelaksanaan tesnya hanya satu hari. Aku sendiri hanya satu hari, jadi tergantung jadwal yang diberikan oleh LPDP.

Dijadwal sudah tertera jam berapa kegiatan tes, tapi jangan datang tepat waktu, lebih baik datang sebelumnya, karena bisa jadi jam tes maju dan selain itu harus registrasi terlebih dahulu.

Beasiswa LPDP   StatusUser.jpeg

kalau punyaku kayak gini 🙂

Ketiga, jenis tes yang harus dipersiapkan adalah essay on the spot, LGD, wawancara. Kalau kamu daftar ke luar negeri, maka semua tes dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, sedangkan kalau daftar ke dalam negeri, maka tes akan dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan pewawancara akan bertanya dalam Bahasa Inggris, hehe.

  • Essay on The Spot

Tema essay on the spot sangat random dan tidak mudah ditebak. Kamu akan diberikan dua macam tema dan disuruh memilih satu tema. Waktu pelaksanannya adalah 30 menit, tidak ada batasan minimal atau maksimal kata, yang penting kamu harus bisa menuliskan permasalahan tentang tema tersebut, lalu memberikan solusi yang solutif. Tema yang aku dapat dulu adalah tentang pertanian dan pariwisata. Karena aku gatau mau menuliskan apa tentang pariwisata, aku menulis tentang pertanian.

Tesnya lumayan santai sebenarnya, tapi waktu ngerjain berasa merinding disko. Tesnya boleh pakai pensil atau bolpen, boleh di tipe-x juga.

  • LGD (Leaderless Group Discussion)

Di dalam tes ini, tidak ada pemimpin, adanya notulen yang membimbing jalannya diskusi. Ohya, agar sukses LGD, kamu harus rajin-rajin baca berita di TV atau internet, pokoknya yang lagi hits di Indonesia. Tema LGD aku waktu itu tentang tax amnesty, dan untungnya aku udah google masalah itu dan nanya ke teman-teman. Ada juga temenku yang dapat tema tentang Pokemon Go. Jadi intinya kamu harus aware dengan permasalahan di Indonesia yang lagi hits  menjelang kamu tes substansi.

Ketika LGD, kami diberikan peran; semacam menteri yang sedang membahas tentang akan diberlakukannya tax amnesty atau tidak. Kemudian, ada juga yang harus mengambil peran sebagai moderator diskusi secara sukarela (jadi langsung inisiatif gitu). Sebelum diskusi dimulai, kami diberikan dua lembar kertas. Kertas pertama tentang tema tadi dan yang kedua adalah kertas kosong yang bisa digunakan untuk mencatat. Pada sesi pertama kami bergiliran menyatakan pendapat apakah kami setuju atau tidak tentang tax amnesty. Kami duduk berurutan berdasarkan nama. Karena namaku G, aku duduk diurutan 6 kalau tidak salah. Dan aku orang pertama yang menyatakan tidak setuju terhadap tax amnesty, hoho.

Pada sesi kedua, setelah bergiliran menyatakan pendapat, kami diminta untuk tetap menyatakan pendapat, sih hehe XD tetapi harus angkat tangan jika ingin mengutarakan pendapat. Jadi di sesi dua tidak semua bisa dan harus menyuarakan pendapatnya. Misalnya, si A bilang setuju, tetapi kamu tidak setuju, nah kamu bisa angkat tangan untuk menyatakan ketidaksetujuanmu dan menyebutkan alasanmu.

Kemudian, setelah sekitar 30 menit, akhirnya LGD-pun selesai. Tanganku berkeringat dingin sangking tegangnya. Aku penasaran dengan kabar teman-teman LGD, tetapi salah satu dari mereka satu PK dengan aku ^^

  • Wawancara

Waktu itu, aku seneng banget pas tes wawancara karena giliranku pagi dan giliran kloter pertama, jadi deg-degannya ga terlalu terasa, jadi aku bisa rileks juga.

Di tes wawancara LPDP ini, kamu akan diwawancarai oleh 3 orang. Orang pertama yang mewawancarai adalah dari pihak LPDP, kemudian dosen yang bersangkutan dengan jurusanmu, dan yang ketiga adalah psikolog.

Waktu itu pihak LPDP yang mewawancarai aku adalah bapak-bapak. Beliau mempersilahkan aku duduk dan mengenalkan tim pewawancara, sayangnya aku lupa namanya sapa saja :3

Bapak itu meminta izin untuk merekam sesi wawancara tersebut, setelah itu, beliau mempersilahkan aku untuk mengenalkan diri.

Kemudian, beliau fokus bertanya-tanya tentang organisasi dan kepanitiaan yang aku ikuti. Aku ingat salah satu pertanyaan bapak itu:

“Pernah jadi ketua?”

“Saya belum pernah jadi ketua pak, tetapi untuk menjadi pemimpin tidak harus menjadi ketua, tetapi bisa memimpin diri sendiri.”

“Kenapa memilih studi di luar negeri, bukan dalam negeri?”

“Karena jurusan yang saya inginkan ada disitu pak, selain itu saya dengar universitas di Australia inklusif semua, jadi saya ingin melihat perbandingan pendidikan di Australia dengan Indonesia.”

Lainnya, aku lupa beliau tanya apa saja, hehe.

Intinya, yang harus disiapkan adalah alasan-alasan kenapa memilih universitas luar negeri, kenapa negara tersebut, kenapa jurusan tersebut, dan lain-lainnya seputar itu.

Pewawancara kedua lebih fokus ke penelitian S2-ku. Thesis-ku secara umum tentang meningkatkan literasi untuk Tuli. Beliau bertanya, “Kenapa Bahasa Inggris penting untuk Tuli?”

“Ini penting bagi mereka karena mereka juga ingin sekolah ke luar negeri, kemudian ketika akan wisuda juga ada persyaratan tes TOEFl.”

Beliau juga bertanya tentang judul skripsiku dulu, metode apa yang kamu pakai di thesis nanti, seputar itulah.

Pertanyaan lainnya juga seputar itu, yang penting perdalami essay kamu tulis.

Pewawancara ketiga adalah psikolog yang mostly bertanya tentang kesiapan kita dan orang tua tentang keberangkatan ke luar negeri. Beliau bertanya: “Bagaimana kalau misalnya profesor kamu bilang thesismu biasa-biasa saja?”

“Saya tanya dulu bu sama beliau, biasa-biasanya seperti apa dan maksudnya bagaimana. Kemudian saya akan baca-baca referensi yang sudah ada, setelah itu saya akan membuat thesis yang berbeda.”

Dan tidak terasa 30 menitpun sudah berlalu.

Itu saja sih, hehe, mudah kan? 🙂 Semangat buat yang mau seleksi substansi! Leave comments if you want to ask something. :))))

Advertisements

3 thoughts on “Seleksi Substansi LPDP

  1. Pingback: My Journey to Get LPDP Scholarship – Gadis Pratiwi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s