Night Thought

 

Kadang rindu dengan teman-teman tuli. Rindu berkomunikasi dengan mereka, rindu berbahasa isyarat ria yang nggak semua orang ngerti jadi dunia berasa milik kami, rindu jadi orang yang mereka percaya untuk bertukar cerita masalah pribadi mereka, rindu jadi interpreter, dan segala macam bentuk rindu lainnya.

Namun sepertinya ketika sudah lulus begini aku harus melepas dari kegiatan volunteer ini, walaupun sebenarnya aku sangat tidak ingin. Pasalnya tiap bertemu dosen atau teman mereka pasti berkata, “Loh, udah lulus kok masih disini?”, yang kesannya aku kayak pengangguran. Padahal aku sudah bekerja di salah satu bimbel hits di kota Malang. Walaupun memang gaji belum seberapa dan belum bener-bener mapan, aku bersyukur dan berharap itu bisa jadi batu loncatan ke langkah yang selanjutnya.
Dan karena aku sudah lulus, nggatau kenapa aku sensitif dengan kata-kata: kerja, nganggur, nikah, sekolah, beasiswa, TOEFL, masa depan. Hahaha 
Kontrak volunteer berakhir di semester 8. Entah aku perpanjang atau tidak. Namun masalahnya orang tua juga sangat amat tidak setuju sekali pakw banget kalau aku masih jadi volunteer walau aku sudah jutaan kali menjelaskan apa saja yang aku lakukan ketika membantu teman teman difabel yang kuliah. Aku tidak menyalahkan mereka 100% juga, karena mereka memang tidak pernah ‘hidup’ disekitarnya orang-orang difabel. Dan mereka masih bermindset bahwa difabel itu dikasihani, padahal seharusnya cukup dimengerti dunianya dan diberi kesempatan.
Hmm, entah, aku lelah. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s