Kontemplasi

Aku paling tidak suka ketika kamu menuntut lebih dari yang aku sanggupi. Kemudian kamu menumpahkan segala kekesalanmu itu, karena kekecewaan yang katamu gara-gara aku. Hey. Padahal, kamu sendiri yang menuntut, mengharap, meronta-meronta, sedangkan aku masih mencintai kebebasanku. Siapa yang suruh mengharap pada manusia. Aku sendiri punya batasan.

Dan cangkang-cangkang, yang ada di seluruh badanmu itu terlalu keras. Tak tertembus bahkan olehku. Lantas bagaimana aku bisa mengerti apa maksudmu, sedangkan kamu masih merengek meminta hati. Dan pikiranmu yang keras kepala itu, sayang. Kapan kamu keluar cangkang. Sepertinya aku terlalu penat untuk menanti. Rasa sayangmu cuman dimulut.

Eh. Kita bukan kekasih.

– G
  00:08 AM

Advertisements

One thought on “Kontemplasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s